fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanDalam NegeriUncategorized

Waspada, Ini Modus Nakal Orang-Orang yang Nekad Mudik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memperketat transportasi jelang dan pasca Idul Fitri. Kemenhub menyatakan bahwa pemerintah tetap melarang mudik.

Hal ini memang sesuai dengan keputusan pemerintah yang sudah dengan tegas melarang mudik, Kemenhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idul Fitri (arus mudik) hingga masa setelah Idul Fitri (arus balik).

Berdasarkan evaluasi implementasi Permenhub 25/2020, hingga kini masih ada sejumlah masyarakat dan pelaku transportasi yang mencari celah dengan melakukan tindakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. Sebagaimana contohnya yaitu yang telah tertangkap basah oleh petugas, misalnya,  mudik menggunakan travel gelap, mencari jalan tikus untuk mengelabui petugas, memalsukan surat sehat/bebas COVID-19, pemalsuan stiker khusus pada bus, dan lain sebagainya.

Adita menjelaskan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah secara resmi  menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemenhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, untuk melakukan pengetatan pengawasan di lapangan dengan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait seperti Gugus Tugas, Kemenkes, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, dan unsur terkait lainnya.

BACA JUGA  Wow, Profesor di Sumatera Selatan Temukan Anti Virus Covid-19

Sebelumnya, Kamis (21/5/2020), petugas gabungan ini telah mengamankan 95 unit kendaraan bermotor. Kendaraan yang terjaring terdiri dari 2 unit bus, 40 unit minibus, dan 53 unit mobil pribadi.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, sejak pelarangan mudik dijalankan pada 24 April lalu, petugas gabungan telah berhasil menyita 377 kendaraan yang hendak dipakai mudik. Dari jumlah tersebut, ada 2.225 orang yang berhasil dicegah untuk mudik.

Budi menjelaskan, berdasarkan keterangan kepolisian modus travel gelap ini berupa menawarkan jasa angkut mudik dari mulut ke mulut hingga ke media sosial.

Tiket yang ditawarkan pun cukup mencengangkan harganya. Tiket ditawarkan dengan harga sekitar Rp 500 ribu untuk ke Brebes ataupun ke Cilacap. Padahal kalau patokan harga normalnya cuma Rp 150 ribu. Lebih lanjut, bagi pengemudi yang terjaring akan dikenakan sanksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan penjara maksimal dua bulan. Budi mengatakan, bagi pengemudi yang kedapatan mau mencoba mudik akan didata oleh kepolisian, kemudian diminta putar balik. Sementara penumpangnya akan diangkut ke Terminal Pulogebang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close