fbpx
Mobil & MotorTrik & Tips

Wajib Tahu! Inilah Beberapa Jenis Oli Dan Kegunaannya

Sumber: Kompasiana.com

Oli merupakan komponen yang utama dalam mesin, agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Oli berfungsi untuk meminimalisir terjadinya benturan antar logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin, melindungi mesin dari resiko berkarat, serta membersihkan dan menutup celah pada dinding mesin.

Supaya tidak salah dalam mengganti oli, kita harus mengetahui jenis dan kegunaan oli pada mesin. Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut.

  1. Oli Mesin

Oli mesin merupakan oli yang digunakan untuk melumasi mesin. Fungsinya adalah untuk mengurangi gesekan dan juga mendinginkan mesin. Ada beberapa jenis oli mesin, yaitu oli mineral, oli semi sintetis, dan oli sintetis.

Supaya tetap dalam kondisi baik, gantilah oli jika sudah menempuh jarak 5.000 km untuk kendaraan yang sering digunakan dalam kondisi ekstrem. Bila kendaraan sering digunakan dalam kondisi ringan, oli mesin dapat bertahan hingga 10.000 km.

  1. Oli Transmisi

Oli ini terdapat pada sistem transmisi mesin, oli ini akan memudahkan pergantian gigi berlangsung, serta merawat komponen-komponen transmisi agar terhindar dari aus.

BACA JUGA  Sering Boros Saat Menggunakan Pulsa? Yuk Simak Penjelasan Berikut Supaya Kamu Bisa Berhemat

Pada transmisi manual, oli hanya bekerja sebagai pelumas untuk memudahkan kerja komponen pada mesin. Namun pada transmisi matic, oli akan bekerja tidak hanya sebagai pelumas, namun juga bekerja untuk menghantarkan mekanisme perpindahan gigi secara otomatis.

Untuk transmisi manual, bahan yang digunakan adalah bahan alami dengan kekentalan di atas SAE 40, sedangkan untuk matic, jenis oli yang digunakan adalah Automatic Transmission Fluid (ATF). Pada mobil manual, sebaiknya oli transmisi di ganti saat jarak 10.000 km, sedangkan untuk transmisi matic pada 20.000 km.

  1. Oli gardan

Ketika terdengar dengung saat berkendara, artinya anda perlu mengganti oli gardan. Oli ini berfungsi sebagai pelumas yang  menghubungkan transmisi ke gardan supaya kinerja mesin lancar. Gantilah oli ini jika sudah menempuh sekitar 10-20 ribu km.

  1. Oli rem

Oli ini juga biasa disebut dengan minyak rem, tugas oli ini yaitu untuk memastikan tenaga tekan pada pedal ke kaliper rem berfungsi dengan baik. Apabila suplai oli mobil anda lancar maka akan membuat tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master menjadi lebih baik, sehingga akan menghentikan putaran keempat roda dari tromol atau untuk menjepit cakram.

BACA JUGA  Semakin Garang! Raungan Mesin Ninja ZX-25R Makin Menggoda Konsumen

Oli rem terbuat dari bahan sintetis dengan tingkat kekentalan yang rendah. Dalam memilih oli rem, pilihlah oli yang tidak memiliki sifat yang berubah drastis dalam suhu tinggi dan dapat melindungi komponen rem mobil dari bahaya berkarat.

Gantilah oli rem apabila telah menempuh jarak sekitar 30.000 km, atau jika kadar oli berada pada garis minimal, maka tambahkan oli rem yang baru. Pergantian oli rem juga harus dilakukan apabila warna sudah mengalami perubahan.

  1. Oli Power Steering

Oli power steering berfungsi sebagai pompa hidraulik yang dapat meringankan mengendalikan setir mobil. Sistem power steering terdiri atas beberapa bagian seperti rack dan pinion serta tabung yang berisi oli diatas pompa. Bila dalam keadaan normal, oli ini berwarna bening dan berwarna oranye atau sedikit merah muda. Namun jika sudah berwarna hitam atau coklat, hal ini menandakan oli anda telah terkontaminasi dengan karet-karet dari selang atau seal dan ring, dalam keadaan ini anda harus menggantinya dengan oli yang baru.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close