fbpx
CORONA UPDATEFoodieKesehatanLuar NegeriTeknologi

Vitamin K Ternyata Diyakini Dapat Melawan Covid-19, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Pasien yang meninggal atau yang masuk ke dalam ruang gawat darurat akibat Covid-19 terbukti mengalami kekurangan vitamin K dalam dirinya. Vitamin K juga diperlukan dalam tubuh untuk meningkatkan sistim imun dalam tubuh. Biasanya, Vitamin K terdapat pada bayam, telur, dan pada keju.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah sakit ConisiusWilhelmia di Kota Nijmegen Belanda dimana ditemukan sebuah hubungan antara kekurangan vitamin K dalam tubuh dan kondisi pasien yang terinfeksi virus Corona yang semakin memburuk. Corona menyerang bagain sistim pernafasan yang menyebabkan pembekuan dan menyebabkan degradasi serat elastis di paru-paru.

Makanan yang mengandung vitamin K yang dikonsumsi akan dicerna dan diserap dalam saluran pencernaan. Para peneliti di Belanda yang meneliti kejadian tersebut sedang mencari dana guna uji klinis, tetapi Dr Rob Janssen seorang ilmuan yang bekerja pada penelitian tersebut mengatakan bahwa ia menyarakan pada temuan penelitian yang ia dapatkan kepada orang yang sehat untuk mengkonsumsi Vitamin K, kecuali untuk orang yang menggunakan obat pengencer darah idak disarankan.

BACA JUGA  Hidup Tanpa Gadget Selama Sebulan? Ini Yang Akan Terjadi Padamu, Layak Dicoba!

“Saran saya adalah meminum suplemen vitamin K tersebut. Bahkan jika itu tidak membantu meredakan Covid-19 yang parah, itu baik untuk pembulu darah anda, tulang, dan juga mungkin untuk paru-paru.”

Ada dua jenia vitamin K, yaitu K1 dan K2. K1 dapat diperoleh dari bayam, brokoli, sayuran hijau, blueberry, semua jenis buah dan sayuran. Sedangkan K2 terdapat pada jenis yang lebih baik diserap oleh tubuh, seperti ada di dalam keju Belanda dan keju Prancis.

Selain itu, pada makanan khas Jepang, Natto, kacang kedelai yang telah difermentasikan juga sangat tinggi akan vitamin K.”Mungkin ada alasan untuk peneliti lebih lanjut akan manfaatnya,” kata Janssen.

Penelitian ini dilakukan dalam kemitraan dengan Cardiovascular Reseach Institute Maastrich. Lembaga ini adalah salah satu lembaga penelitian jantung dan pembulu darah terbesar di Eropa. Mereka mempelajari pasien Covid-19 sebanyak 134 pasien yang berada dirumah sakit antara 12 Maret hingga 11 April, beserta sebuah kelompok control yang terdiri atas 184 pasien yang cocok dengan usia yang melakukan yang tidak memiliki penyakit. Jona Walk adalah seseorang peneliti kedua pada studi ini yang diajukan untuk peer review mengatakan bahwa “kami ingin mengambil pasien Covid-19 yang sakit parah dan mengacak sehingga mereka mendapatkan vitamin K yang sangat umum digunakan dalam populasi umum, kami akan memberikan dosis vitamin K yang cukup tinggi, sehingga kami akan benar-benar mengaktifkan protein yang sangat penting untuk melindungi paru-paru, dan melihat apakah itu aman.”

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close