fbpx
Dalam NegeriGaya HidupViral

Viral! Sungguh Mulia, Ibunya Sakit Stroke, Pria Ini Rela Merawatnya Sambil Dibawa Bekerja

Jasa seorang ibu yang telah melahirkan kita tidak akan pernah sebanding dengan usaha yang kita lakukan. Meskipun kita sudah melakukan banyak usaha, namun kita tidak pernah bisa membalas jasa yang telah dilakukan oleh seorang ibu. Walaupun kita juga membalas mereka dengan memberikan seluruh harta yang kita miliki, namun dengan berbakti, taat, dan sayang kepada mereka, hal itu sudah seperti mencicil hutang budi kita kepada mereka.

Hal sedemikian rupa pun juga telah dilakukan oleh seorang pria berusia 38 tahun bernama Hidayat, karena telah memberikan secara penuh cinta dan kasih sayangnya kepada ibunya. Hal ini Tentu akan menjadi sebuah tiket baginya untuk menuju surga. Diketahui bahwa Hidayat ini hanya memiliki seorang ibu, karena ayahnya telah meninggal pada tahun 2011 lalu, dikarenakan sakit maag yang dia idap.

Hidayat bekerja sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Selain bekerja tersebut, ia juga harus telaten sambil mengurus ibunya, dengan memandikan, memakaikan popok, dan memberi makan ibunya sebelum mengajaknya berangkat ke tempat kerja. Diketahui bahwa biasanya ia mengajak ibunya ke tempatnya bekerja, karena tidak ada lagi yang menjaga di rumah, sebab ia merupakan anak semata wayang.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Naik Lagi Membuat Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor

“Pas sampai di zona. Saya taruh ibu di tempat adem, biasanya di emperan jalan atau numpang di halaman rumah orang. Habis itu saya baru nyapu,” ujar Hidayat.

Sumber: Palingseru.com

Setelah ia selesai membersihkan sampah, ia langsung menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan ibunya supaya ibunya tidak merasa bosan, namun dalam setiap obrolannya, ibunya selalu menitikkan air mata.

“Kan ibu saya pukul 10.00 WIB pasti saya suapin makan, di situ sambil ngobrol. Ibu sering nangis. Mungkin kasian saya urusin dia sendiri sambil kerja juga. Tapi kalau saya enggak nangis, saya ikhlas rawat orang tua saya,” ucapnya.

Yang sangat memilukan adalah saat hujan tiba, karena mau tak mau ia tetap harus membawa ibunya untuk pergi bersamanya bekerja.

“Kalau hujan ibu tetap saya bawa. Nanti pas saya nyapu dia saya taruh di tempat teduh. Jadi cuma ngeliatin aja. Di situ dia juga sering nangis tapi sebabnya saya enggak tahu,” jelasnya.

“Namun dua bulan terakhir saya tinggal di rumah demi kesehatan ibu karena lagi wabah virus corona. Sehingga usai pulang saya buru-buru siapin ibu makan terus mandiin ibu,” imbuhnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close