fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanCORONA UPDATELuar NegeriTeknologi

Tidak Tanggung-Tanggung, Covid-19 Telah Menginfeksi Sebanyak 600 Karyawan Amazon

Seorang pekerja menginformasikan setidaknya ada 600 karyawan Amazon positif terinfeksi Covid-19. Hal ini diketahui setelah mereka melakukan pengecekan yang bahkan 6 orang di antaranya yang positif terinfeksi meninggal dunia.

Jana Jumpp (59), salah satu karyawan Amazon di Indiana yang bekerja di gudang, menyebutkan bahwa dirinya memilih cuti dan berdiam diri di rumah karena mengkhawatirkan kesehatannya, hal itu ia ungkapkan dalam acara TV ’60 Minutes’

“Saya tidak nyaman. Kasus-kasus itu mulai di Washington dan sepertinya tidak ada yang punya rencana, bahkan Amazon. Jadi, satu-satunya pilihan saya adalah mengambil cuti,” pungkasnya seperti dikutip dari CBS News, Jumat (15/5/2020).

Saat dia tinggal di rumah, dia mencari tahu informasi tentang berapa banyak karyawan Amazon yang terinfeksi Covid-19.

“Saya bisa bilang, jumlah (positif terinfeksi Covid-19) lebih banyak dari ini. Namun, setidaknya ada 600 kasus (karyawan) positif teirnfeksi Covid-19 dengan enam kematian,” ungkapnya.

Amazon tidak mengonfirmasi angka yang disebutkan Jana Jumpp.

“Jumlah total kasus yang sebenarnya tidak terlalu berguna karena relatif,” kata Head of Amazon Operations Dave Clark.

BACA JUGA  Penemuan Baru: Pasien Sembuh Covid-19 Beresiko Cacat Permanen?

Ia berpendapat bahwa yang terpenting mereka sudah melakukan berbagai langkah penanggulangan Covid-19 pada karyawannya.

“Saya pikir kami sudah lebih awal melakukannya dibandingkan kebanyakan pengusaha, terutama pengusaha besar di AS,” ujarnya.

Amazon menawarkan cuti tanpa batas dan tidak berbayar untuk karyawan yang khawatir dengan keselamatan diri mereka selama pandemi. Mereka juga meningkatkan upah minimum saat ini dari USD 15 menjadi USD 17 hingga 16 Mei.

Selain itu, CEO Amazon Jeff Bezos berjanji untuk memberi USD 4 miliar untuk bantuan menangani Covid-19 serta menginvestasikan lebih dari USD 800 juta untuk langkah-langkah pengamanan.

Perlindungan tersebut mencakup riset dan pengujian Covid-19 yang dikelola sendiri, mereka mengembangkan alat uji Covid-19 untuk digunakan karyawannya, mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh karyawan, serta mendistribusikan tempat cuci tangan portabel di seluruh fasilitasnya.

Amazon menyebut, perusahaan berkofus pada keamanan karyawan, karyawan yang dites Covid-19 juga dianggap positif (meskipun tidak terbukti) dan berhak mendapatkan waktu karantina selama 2 pekan.

Selain itu, mereka juga mengubah sistem kerja di jaringan operasional dan Whole Foods dengan sistem yang baru, setiap karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 atau dianggap positif berhak menerima cuti dan mereka akan dibayar selama dua pekan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close