fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Luar Negeri / Tidak Masuk Akal! Kotoran Manusia Ini Dihargai Hingga Rp 4 Miliar, Ternyata Beginilah Faktanya

Tidak Masuk Akal! Kotoran Manusia Ini Dihargai Hingga Rp 4 Miliar, Ternyata Beginilah Faktanya

Yang dinamakan tinja, pasti tidak akan berguna lagi, kecuali jika itu digunakan sebagai pupuk. Namun di dunia ini ternyata ada beberapa tinja yang memiliki harga mahal, seperti kotoran ikan paus atau ambergris yang disebut sebagai makanan eksotis.

Namun ternyata bukan hanya kotoran paus yang dihargai dengan harga yang tinggi, bahkan kotoran manusia juga ada yang dihargai dengan mahal. Menurut Listverse, pada tahun 1961, tinja berharga mahal itu diciptakan oleh seorang seniman Italia, Piero Manzoni. Ia membuat beberapa karya yang aneh dengan kotorannya, yang kemudian ia membuangnya di 90 kaleng besar, menutupnya lalu menjualnya.

Karya seni aneh tersebut dinamakan dengan Merda d’Arista (Artis S-t) dan diberi label untuk masing-masing kaleng. Karya seni itu dipersembahkan pada bulan Mei tahun 1961 yang harganya ditentukan berdasarkan beratnya, dengan harga setara emas waktu itu.

Setelah Manzoni meninggal pada tahun 1963,  karya seninya tersebut malah laris Manis bahkan hingga saat ini. Salah satu pemilik karya seni tersebut adalah Galeri Seni di London yang mempunyai karya seni tersebut yang berharga 30.000 dollar AS pada tahun 2007 (Rp 422 juta). Pada tahun yang sama pula, karya seni tersebut dilelang di Milan dengan harga 108.000 dolar AS (Rp 1,5 miliar). Kemudian selanjutnya pada 2016 salah satunya lagi dijual dengan harga 242.000 dollar AS (Rp 3,4 miliar). Pada tahun 2017 total mereka bernilai 300.000 dollar AS atau sekitar Rp 4 miliar yang meningkat dalam beberapa tahun.

BACA JUGA  Selama 10 tahun Terakhir Sebanyak 700 Gajah Sumatera Mati Karena di Buru dan racun

Namun ternyata ada rahasia tersembunyi dibalik karya seni tersebut, salah satu asistennya yang bernama Agostino Bonalumi, mengatakan bahwa sebenarnya kaleng-kaleng tersebut tidaklah berisi tinja, namun sebenarnya isinya adalah plaster, Manzoni hanya menyebutkan berisi tinja tanpa membuktikannya.

Hal ini ia lakukan bertujuan untuk membuktikan bahwa kolektor-kolektor akan tetap membeli barang mahal berlabel seni, bahkan jika hal tersebut merupakan sebuah kotoran sekalipun, hal ini mungkin memang lah benar karena manzoni sendiri memiliki kebiasaan eksentrik menciptakan karya seni yang tidak biasa. Ia bahkan memamerkan kaos putih polos, telur rebus, dan balon sebagai seni selama hidupnya. Dia juga menambahkan bahwa kotak yang tersegel tidak boleh lagi dianggap sebagai sebuah seni bila segalanya telah rusak.

Bonalumi menyebutkan bahwa pembeli tidak akan pernah berani membuka kaleng untuk melihat apakah isi mereka benar-benar terisi plaster, mereka tidak tertarik untuk membuka kaleng tersebut karena kekhawatiran bahwa nilainya akan turun. Namun setidaknya ada satu kaleng yang pernah dibuka pada tahun 1989, namun isinya dibungkus.

About syharil

Check Also

8 Pensil Warna Terbaik untuk Anak & Profesional, Rekomendasi Terbaru 2020

Mewarnai adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai oleh anak anak. Selain itu, ternyata mewarnai juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *