fbpx
Luar NegeriMobil & MotorTeknologi

Tesla Akan Hadirkan Mobil Listrik Yang Memiliki Biaya Baterai Sama Dengan Mobil Gas

Mobil merupakan transportasi yang sudah sangat sering digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia, komponen utama yang penting dari kendaraan roda empat ini dalah bahan bakar.

Untuk mobil mesin bahan bakarnya berupa bensin, namun berbeda dengan mobil listrik karena bahan bakarnya adalah baterai. Lempengan elemen besar ini memberikan daya dan membuat mobil listrik menjadi lebih mahal dibanding dengan mobil bermesin.

Namun sepertinya Tesla dan mitra baterai Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) dari China, telah menemukan cara untuk membuat mobil listrik yang memiliki biaya yang sama dengan mobil gas, hal ini dikutip dari Car and Driver, Sabtu (16/5/2020), mereka bekerjasama dalam membuat baterai murah baru.

Baterai ini diprediksi akan dapat menunjang perjalanan mobil selama 1 juta mil atau 1,6 juta kilometer dan dapat memungkinkan Tesla akan menjual mobil dengan biaya yang lebih murah.

Untuk kendaraan pertama yang menerima teknologi baterai ini, yaitu Tesla Model 3 di China kemudian menyusul model lain di di Amerika sebagai yang pertama menerima teknologi ini.

BACA JUGA  Harga & Spesifikasi Oppo A92 Secara Lengkap yang Resmi Dirilis di Indonesia

Pada Februari lalu telah dikabarkan Tesla sedang membicarakan untuk menggunakan baterai lithium besi fosfat dari CATL yang tidak menggunakan kobalt , yang merupakan elemen paling mahal dalam baterai EV saat ini.

Selain itu CATL juga menciptakan skema kemasan baterai yang disebut cell to pack, baterai ini diklaim lebih murah dan lebih sederhana yang mengurangi berat dan biaya.

Dengan teknologi tersebut para konsumen akan mendapatkan baterai yang lebih murah dengan kisaran yang sama dengan biaya yang mendekati 100 dolar AS per kWh. Hal ini merupakan titik harga yang diyakini banyak orang bahwa biaya EV sama dengan mobil gas.

Pada awal tahun ini, general Motors juga meluncurkan baterai berteknologi lithium ion untuk mobil generasi berikutnya, mereka mengklaim bahwa kimia kobalt rendah dapat membawa biaya turun menjadi 100 dolar AS per kWh. Baterai yang disebut Ultimum itu akan masuk dalam 20 kendaraan listrik baru yang akan dipasarkan pada tahun 2023.

Sejalan dengan impian Musk, Tesla dikabarkan berencana untuk menerapkan produksi baterai berkecepatan tinggi dan sangat otomatis.

BACA JUGA  Whatsapp Web : Cara Menggunakan & Log in WA Web di Laptop dengan Mudah

Mereka awalnya mencoba dengan model 3, namun ternyata manusia masih diperlukan dalam produksi kendaraan.

Jika proyek ini berhasil, pastinya akan menurunkan biaya EV atau mobil listrik.

Rencananya baterai ini secara resmi akan diluncurkan tepat pada acara Hari Baterai Tesla yang menurut CEO Tesla Elon Musk akan terjadi pada akhir Mei 2020 di California atau Texas.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close