fbpx
Fenomena AlamTeknologi

Ternyata Begini Cara Menghitung Umur Bumi Menurut Para Ilmuwan

Selama kurang lebih 400 tahun terkhir, para ilmuan telah melakukan perhitungan usia pada Bumi yang dilakukan di sluruh dunia berdasarkan pada perubahan permukaan laut, berapa lama waktu yang dibutuhkan Bumi atau Matahari untuk mendinginkan suhu untuk saat ini, dan salinitas laut, salinitas adalah tingkatan keasinan atau kadar garam larut .

Dalam melakukan penelitian, para Ilmuan mengalami masalah. Seperti lapisan batuan sedimen tampak hilang yang disebut dengan Great Unconformity, seperti di Grand Canayin, yang setidaknya ada 1,2 miliar tahun batuan yang tidak berhasil ditemukan.

Salah satu penelitian yang dihimpun dalam Space.com, yang dilansir dari CNN, para peneliti menunjukkan bahwa memasuki dalam fase global ice age, glister ( biasanya disebut dengan glasier, sebuah bongkahan es yang di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju yang membantu dalam kurun waktu tertentu) menggiling kedalam bantuan yang kemudian mengalami kehancuram.

Lempengan tektonik yang melemparkan batu yang bersalah dari glister kemudian kembali lagi kedalam Bumi, sehingga menghilangkan bukti bebatuan yang lama yang ada yang sebelumnya dihancurkan oleh glister.

BACA JUGA  Ini Dia Solusi dari Kemendikbud Mengenai Borosnya Kuota Pembelajaran Online

Pada awal Abad ke-20, para ilmuan menyempurnakan proses penanggalan radiometik (sebuah cara yang digunakan untuk mengetahui berapa lama waktu atau masa benta yang mengandung isotope radioaktif alami). Penelitian itu menunjukkan bahwa isotop yang berasal dari beberapa unsur radioaktif membusuk menjadi unsur lain pada sebuah tingkatan yang bisa di prediksi.

Dengan  memeriksa unsur-unsur yang ada , ilmuan dapat menghitung kuantitas unsur radioaktif tentang butuh berapa lama waktu yang dibutuhkan  unsur itu membusuk. Batuan tertua di Bumi ditemukan di Acasta Gneiss, Kanada bagian Barat laut di dekat Great Slace lake yang berusia 4.03 miliar tahun.

Di Greenland ada batu Supracrustal Isua yang berusia 3.8 miliar tahun.  Di benia Australia para peneliti menemukan butiran mineral yang tertua, disebut dengan Kristal Silikat Zirkonium yang berusia 4.3 miliar tahun dan menjadikanya bahan penyampur tertua di Bumi.

Zirconium adalah sebuah logam putih ke abu-abuan yang jarang dilihat dan dimiliki. Memiliki lambing kimia Zr, yang memiliki nomor atom 40, dan masa atom relatifnya 91.224. dalam menentukan umur Bumi, juga diperlukan sampel yang ada di luar angkasa.

BACA JUGA  Misterius, Telah di Temukan Peradaban Kuno di Gurun Amerika Serikat, Siapakah Pembuatnya ?

Seorang ahli geokimia yang berasal dari California Institite of Thechnology, Clair C Patterson mengukur komposisi isotop timbal dari meteoroid canyon Diablo dan beberapa potongan batuan antariksa lainya. Dia meyakini bahwa potongan dari batuan itu adalah bahan awal atau bahan saat bumi terbentuk.. namun banyak orang yang mengabaikan penelitian itu, kata Patterson.

“Tidak ada yang peduli tentang itu, dan hariini tidak ada orang yang peduli berapa umur bumi,” Kata Patterson yang dilansir dari Sciene How Stuff Work yang dikutip di CNN.

Saat misi Apollo dan Luna, dia membawa sampel tentang  usia bumi antara 4.4 miliar tahun atau 4.5 miliar tahun.  berdasarkan bulan sebagai objek dekat bumi yang tidak mengalami proses pelapisan ulang sejak terbentuknya.

Proses dari pembentukan untuk saatini masih menjadi perdebatan dari para Ilmuan, namuan ada ilmuan yang meyakini bahwa bulan terbentuk dari sebuah planet yang menabrak bumi kemudian fragmenya menyatu dan menjadi Bulan.

Sebagai perbandinganya, Galaksi Bimasakti yang berisikan tata surya memiliki usia 13.2 miliar tahun. Sementara dari alam semesta memiliki usia 13.8 miliar tahun.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close