fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Tegas, Presiden Jokowi Buat Kelompok Radikal Ketakutan

Tegas, Presiden Jokowi Buat Kelompok Radikal Ketakutan

Dengan tegas Presiden Jokowi akan menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) terkait dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme. Peneliti terorisme dari UI Ridlwan Habib mengatakan bahwa Perpres itu akan mengatur secara detail tentang pelibatan TNI menangani terorisme.

Dengan keterlibatan TNI dalam menangani terorisme, kata Habib secara tidak langsung akan menggentarkan kelompok terorisme untuk melakukan pergerakan di Indonesia. Selain itu, Presiden Jokowi akan menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) terkait dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme.

Peneliti terorisme dari UI yakni Ridlwan Habib mengatakan bahwa Perpres itu akan mengatur secara rinci pelibatan TNI menangani terorisme. Keterlibatan TNI menangani terorisme, kata Habib, akan menggentarkan kelompok terorisme untuk melakukan pergerakan di Indonesia. Menurut dia, pelibatan TNI sejak proses penangkalan terorisme, penindakan sampai dengan masa pemulihan sudah tepat untuk diterapkan.

Seperti yang kita ketahui, selama ini TNI sudah mempunyai satuan dan kemampuan intelijen baik di tingkat Markas Besar TNI sampai di tingkat satuan teritorial, di antaranya di tingkat Kodim, sehingga data intelijen itu bisa digunakan sebagai upaya penangkalan rencana terorisme. Perpres itu juga mengatur tentang penindakan terhadap kejadian terorisme, pada pasal 9 naskah rancangan Perpres itu diatur jenis-jenis serangan teror yang dapat diatasi TNI. Misalnya, lanjut dia, serangan yang ditujukan pada presiden dan wakil presiden, serangan pada objek vital nasional, dan aksi terorisme lain berskala tinggi.

BACA JUGA  Cek, Bagaimana Melihat Kepribadianmu Lewat Garis Tangan

Ia menjelaskan, Perpres itu juga tidak menabrak norma hukum peradilan umum karena jelas diatur dalam pasal 10 naskah rancangan Perpres bahwa hasil penindakan segera diberikan kepada Kepolisian Indonesia untuk diproses hukum, jadi tidak bertentangan dengan norma peradilan.

“Kekhawatiran bahwa Perpres itu akan melanggar HAM juga tidak tepat. Selama ini pada praktiknya TNI sudah terlibat, misalnya di Operasi Tinombala di Poso, justru dengan adanya Perpres ini bisa lebih diawasi dan terukur,” ujar dia.

Naskah rancangan Perpres Tugas TNI dalam mengatasi terorisme itu terdiri dari 7 bab dan 15 pasal. Saat ini, naskah rancangan Perpres itu sudah selesai dan menunggu penomoran resmi lembaran berita Negara.

About dewi

Check Also

8 Tanaman Janda Bolong Jenis Terbaik, Asli & Termahal – Terbaru 2020

Tanaman hias merupakan sebuah tanaman yang sering dijadikan hiasan di dalam rumah maupun di luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *