fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanDalam Negeri

Tak Patuhi Protokol New Normal, Warga akan di tahan 1 Tahun bahkan Denda 100 Juta

Berdasarkna laporan dari Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa masyarakat yang mencoba untuk melawan petugas saat ditertibkan selama pelaksanaan new nomal bisa terancam sanksi pidana. Polisi tak henti hentinya untuk terus mengingatkan  warga untuk tetap mentaati aturan protokol kesehatan saat new normal nantinya.

Berdasarkan informasi terbaru dari Kabid Humas Polda Metro Jaya yakni Kombes Polisi Yusri Yunus menjelaskan bahwa sanksi pidana tersebut telah  diatur dalam pasal 93 ayat 9 undang-undang nomor 6 tahun 2018 mengenai karantina kesehatan. Dalam berita tersebut, warga yang bandel memang bisa dikenakan sanksi pidana.

Jika memang masyarakat tidak mau taat dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh petugas. Dalam hal ini jajaran TNI Polri akan dengan tegas memberlakukan undang- undang nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan di pasal 93 ayat 9 ancaman 1 tahun penjara dan denda 100 juta,

Meskipun demikian, ia mengatakan pihaknya agar tetap mengedepankan tindakan secara yang persuasif, edukatif dan humanis kepada masyarakat. Dia bilang, sanksi di atas merupakan jalan terakhir apabila pelanggar melawan petugas.

BACA JUGA  Anggota Brimob Tewas di Keroyok, Kapolda Kerahkan Kekuatan Penuh

Nantinya, pengawasan yang dilakukan pihak kepolisian adalah memastikan setiap warga telah mentaati protokol kesehatan selama new normal. Seperti misalnya masyarakay dengan taat menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan hingga protokol lain saat masuk ke tempat keramaian.

DIketahui sebelumnya dari Polda Metro Jaya sampai sekarang masih merancang bersama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya untuk memetakan lokasi yang nantinya dibuka saat penerapan new normal.

Yusri mengatakan dua sektor yang akan masuk ke dalam pengawasan adalah sektor ekonomi dan sektor transportasi. Untuk ekonomi, titik yang akan menjadi pengawasan akan berpusat di pasar tradisional dan pasar modern..Sementara itu, roda transportasi, dia menyebutkan akan terpusat di sejumlah titik seperti stasiun, bandara, terminal, MRT hingga LRT. Terkait titik mana saja yang akan dibuka, masih dirancang oleh pemerintah.

“Nah ini sedang kami rancang. Tapi pada satu sisi, pembukaan atau pelaksanaannya itu kan masih menunggu gugus tugas. Gugus tugasnya adalah gubernur. PSBB kan masih diberlakukan. Kami masih menunggu. Sementara ini yang sudah berjalan kami amankan, yang belum kami menunggu keputusan,” jelasnya.

BACA JUGA  Peserta Ujian UTBK di UIN Palembang yang Semula Mendaftar Pada Tahap I di Pindahkan Ke Tahap II

Dia mengatakan, rancangan teknis pelaksanaan new normal telah hampir rampung. Saat ini, tinggal menunggu finalisasi saja oleh pihak terkait.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close