fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Surabaya Bisa Seperti Wuhan Terkait Covid-19

Surabaya Bisa Seperti Wuhan Terkait Covid-19

Epidemiolog dari Universitas Griffith yaitu Dicky Budiman menyatakan bahwa jumlah kasus Covid-19 Surabaya masih jauh lebih rendah dari kasus yang ditemukan di Kota Wuhan, China kota yang pertama kali ditemukan kasus Covid-19.  Namun, dia mengatakan bahwa Surabaya saat ini dalam kondisi tidak aman karena jumlah kasusnya terus mengalami peningkatan dibandingkan daerah lain.

Dicky mengatakan faktor yang membuat Surabaya tidak aman adalah karena adanya klaster-klaster yang timbul akibat mudik lembaran kemarin. Selain itu, dia melihat sebagian masyarakat Surabaya belum memiliki kesadaran atas bahaya Covid-19.  Lebih lanjut, Dicky menuturkan angka reproduksi atau R0 di Surabaya masih sebesar 1,6. Sedangkan di Wuhan, dia juga menyampaikan R0 mencapai 3 sampai 5. Di sisi lain, Dicky menjelaskan R0 merupakan angka reproduksi suatu penyakit menular. Semakin tinggi angkanya, dia menyampaikan akan semakin menular.

Sebagai tambahan, Dicky new normal yang disampaikan oleh pemerintah hanya efektif dan bisa dilaksanakan jika tetap konsisten melakukan intervensi pandemi melalui testing tracing, serta isolasi secara masif dan agresif. Selain itu, keberadaan dan kejelasan strategi nasional dan daerah yang komprehensif dalam penanganan pandemi Covid-19 juga menjadi hal penting agar posisi dan peran new normal dalam bekerja, sekolah, pelayanan dan lainnya akan terlihat jelas, sekaligus dapat terus dimonitor dan dievaluasi perkembangannya.

BACA JUGA  Semarang Batal PSBB, Jogo Tonggo Solusinya

Sebelumnya, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yakni dr Joni Wahyuhadi mengkhawatirkan kondisi penularan corona di wilayah Surabaya Raya. Surabaya bahkan disebut berpotensi menjadi Kota Wuhan, China, tempat pertama kali corona ditemukan dan mewabah. Pasalnya sebesar 65 persen pasien Covid-19 di Jatim, disumbang oleh tiga daerah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. Maka itu, Joni mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission (tingkat penularan) Covid-19, terutama di Surabaya yang saat ini masih mencapai angka 1,6.

Tak hanya itu, kata Joni, Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat kematian di Jatim juga sudah mencapai rasio sebesar 10 persen. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan sejumlah upaya. Salah satunya yakni melakukan clinical research mulai penggunaan Avigan, Terapi Plasma Convalescent, ataupun Aspirin. Joni mengatakan, Menteri Kesehatan telah memerintahkan kepadanya untuk menggunakan obat tertentu seperti pemakaian aspirin.

About dewi

Check Also

Tidak Diketahui Oleh Banyak Pelanggan Tri, Ternyata Inilah Fungsi Dari Poin Bonstri

BonsTri merupakan sebuah program atau even yang mengandalkan sebuah poin yang dikumpulkan dari provider atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *