fbpx
Dalam NegeriGaya HidupKesehatanTravel

Sistim Baru di Tempat Wisata Yogyakarta Saat New Normal

Dalam masa Transisi, banyak tempat wisata dibuka kembali, dengan dibukanya tempat wisata, banyak wisatawan yang ingin berwisata setelah berdiam diri dirumah karena PSBB. Meskipun sudah dibolehkan untuk bepergian, namun masyarakat tetap diminta untuk selalu menjaga kesehatan diri dan mematuhi protokol yang berlaku.

Dinas Pariwisata DIY Yogyakarta merencang Standar Operasional Prosedur ditempat wisata jelang pergantian PSBB ke Transisi dan new normal. Dalam aturan tersebut, wisatawan wajib melakukan reservasi sebelum melakukan kegiatan wisata sera melakukan pemesanan dan pembayarannya dilakukan secara non tunai atau cashless.

Singgih selaku Kepala Dinas PAriwisata DIY menjelaskan tentang sambaran dari SOP yang meliputi wajib memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer dan selalu menjaga jarak. Ada juga SOP yang diterapkan secara khusus.

“Seperti  penyediaan (tempat) parkir biar tidak memicu kerumunan, lalu reservasi dulu sebelum mengurangi antrean panjang dan pembayaran chasless untuk menghindari kontak fifik,” kata Singgih seperti yang dilansir dalam detik.com

BACA JUGA  Wow! Ternyata Bawang Putih Dapat Menurunkan Kolesterol Dalam Tubuh

Untuk tempat makan yang berada di daerah wisata juga diterapkan sistim SOP, seperti memastikan tempat makan dan sekelilingnya bersih, higienis, menerapkan jarak antar tempat duduk, membuat daftar menu agar menghindari kontas fisik secara langsung. Untuk wisatawan sebelum masuk harus melewati pemeriksaan dulu, seperti pemeriksaan suhu tubuh.

“kalau diukur masih sama, maka dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk tindak lanjut,” jelasnya. Semua SOP yang diberlakukan di tempat wisata bertujuan untuk memudahkan proses tracing dan meminimalisir penyebaran Covid-19. “Jadi sebelum wisatawan itu datang itu diminta reservasi dahulu untuk memastikan mereka bisa masuk kesana. Reservasinya sendiri secara online, nanti hanya mengisi alamat dan beberapa orang,” kata Singgih.

Selain bertujuan untuk menghindari kerumunan dan penyebaran Covid-19, langkah ini dinilai cukup efisien karena pemesanan dan rincian di pesan jauh hari dan mudah. “Nah, pada saat Reservasi itu calon pengunjung sudah dapat QR Code. Selanjutnya sampai dilokasi  tinggal tunjukan QR code dan akan di Scan, seperti itu sistimnya,” tambah Singgih. Lanjut dia, selain untuk keperluan tracing, dalam sistim ini juga membatasi jumlah pengunjung yang akan datang. Pengurangan jumlah pengunjung adalah sebagai implementasi protokol kesehatan jaga jarak, jika jumlah pengunjung dikurangi maka akan bisa untuk melakukan jaga jarak.

BACA JUGA  Ternyata Minum Air Hangat Banyak Manfaatnya, Simak Penjelasan Berikut Ini! (Wajib Tahu)

“Misalnya mau ke (Nglanggeran, kapasitas di sana (Nglanggeran) saat normal kan 400 (orang) berarti saat new normal 200. Nah pada saat Reservasi itu sudah bisa diketahui sekarang ini masih ada beberapa slot, jika sudah penuh ya tidak bisa direservasi, modelnya seperti itu,” jelas Singgih. Jika ada wisatawan yang langsung datang ke tempat wisata dia tetap bisa masuk, tetapi jika slot masih ada dan akan didata dulu.

“Selama slotnya masih ada, itu (datang langsung tanpa reservasi ) bisa dilakukian, tetapi nanti harus tercatat dalam sistim,” katanya. Sistim ini masih dalam tahap proses belum selesai, masih pekan depan selesainya.

“Dalam minggu besok baru rampung melalui votingjogja.com, kan visiting Jogja Web nya Dinas Pariwisata dan kita tambah reservasi,” kata singgih. Dan untuk cashless bisa digunakan melalui qris payment dari BI.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close