fbpx
Gaya HidupKesehatan

Sering Menyalah Artikan, Benarkah Pegal Pada Leher dan Pusing Merupakan Gejala Kolesterol Tinggi?

Di dalam tubuh, kolesterol merupakan lemak yang berguna yang diperlukan untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi sejumlah hormon, dan menghasilkan vitamin D. Kolesterol ini diproduksi secara alami oleh organ hati, namun juga dapat ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan seperti daging dan susu. Meskipun baik bagi tubuh, namun jika kadarnya terlalu tinggi akan dapat mengganggu kesehatan.

Untuk gejala kolesterol, masyarakat awam biasanya menganggap sakit leher dan pusing saat setelah mengkonsumsi daging sebagai gejala kolesterol naik, padahal medis tidak mengatakan bahwa kolesterol tinggi menimbulkan gejala.

“Kalau di masyarakat, disebutkan leher sakit pasti kolesterol, disepanjang buku-buku medis tidak disebutkan seperti itu. Kita perlu tahu kalau orang lehernya sakit apakah ada sebab lain. Jadi belum tentu ada kaitannya (dengan kolesterol),” ungkap Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah, Ikhsan Mokoagow saat siaran langsung bersama Instagram Mother and Baby, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan bahwa cara satu-satunya untuk mengetahui apakah kadar kolesterol yang ada di tubuh tinggi atau tidak yaitu dengan periksa darah ke dokter. Sebelumnya, anda juga perlu memahami dulu jenis kolesterol dan fungsinya, karena pada dasarnya kolesterol tidak bisa larut dalam darah. Oleh karena itu, hati memproduksi zat yang bernama lipoprotein untuk menyalurkan kolesterol ke seluruh tubuh. Biasanya saat memeriksa kolesterol, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan puasa paling tidak antara 10-12 jam.

BACA JUGA  Penuh Dengan Beban, Inilah Yang Akan Kamu Tanggung Jika Dilahirkan Sebagai Anak Pertama

“Artinya itu menunjukan bahwa kolesterol tidak selalu disebabkan makanan. Bisa dibayangkan kalau 10 jam gak makan tapi dicek tetap tinggi berarti memang internal kolesterol kita yang buruk. Mekanisme pengontrolan kolesterolnya terganggu,” tuturnya.

Untuk mengatasi kolesterol yang tinggi pun tidak bisa langsung dengan tiba-tiba mengonsumsi makanan tertentu. Namun menurutnya, agar kadar kolesterol tetap normal adalah dengan berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

“Yang kita obati hanya angka (kadar kolesterol) padahal kolesterol itu bisa mengganggu dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya kolesterol itu sendiri dibentuk dan dibutuhkan oleh tubuh, yang salah satu fungsinya adalah untuk melapisi dinding pada seluruh sel tubuh. Hanya saja jika jumlah kolesterol terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah.

“Kolesterol akan mampu menumpuk pada pembuluh darah. Dan perlu diketahui bahwa pembuluh darah ada dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jika penyempitan sudah terjadi di pembuluh darah, itulah yang bahaya,” jelasnya.

Dengan begitu, sangatlah penting untuk melakukan tes darah untuk mengetahui normal atau tingginya kolesterol. Untuk orang dewasa, sebaiknya periksalah setiap 4-6 tahun sekali mulai usia 20 tahun. Sedangkan untuk anak-anak, juga disarankan yaitu pada usia 9-11 tahun, dan diulangi pada saat berusia 17 -21 tahun.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close