fbpx
Dalam NegeriUncategorizedViral

Selama 10 tahun Terakhir Sebanyak 700 Gajah Sumatera Mati Karena di Buru dan racun

Dony Gunaryan selaku dari Forum Konservasi Gajah Indonesia, menjelaskan tentang selama sepuluh tahun terakhir, ada sekitar 700 ekor gajah Sumatera yang mati karena diburu oleh manusia. Untuk saat ini ada sekitar 1.700 Gajah yang hidup dan tersisa di hutan Sumatera.

Pada tahun 1985 terdapat 44 daerah kantong habitat gajah di pulau Sumatera, dan menjadi menyusut menjadi 25 kantong pada tahun 2005. Dari 25 kantong tersebut, tersisa hanya 12 kantong yang memiliki populasi diatas 50 ekor. Kata Dony.

Untuk saat ini hanya ada beberapa habitat gajah yang tersisa di dalam tempat-tempat perlindungan gajah. “Kematian gajah itu terjadi akibat diburu, duracun, dan diambil gadingnya,”. Kata Dony pada Senin (15/06/2020).

Menurut Dony, terdapat 4 faktor yang menyebabkan populasi gajah menurun. Diantaranya adalah pemburuan, konflik antara manusia dan gajah, racun, dan jerat listrik. Perlunya pemindahan gajah di daerah yang rawan konflik ke darah habitat gajah yang dilindungi agar tidak terjadi kepunahan. Serta perlunya adaptasi antara penduduk dan gajah supaya tidak saling merasa terancam.

BACA JUGA  NASA Rilis Detail Es di Satelit Jupiter dan Luncurkan Robot Penjelajah Es

Gunggung Senoaji selaku Dosen Kehutanan Universitas Bengkulu  mengungkapkan bahwa Bengkulu adalah salah satu wilayah yang memiliki kantong habitat gajah, berada di Taman Wisata Alam Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara yang ditaregetkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial.

Gunggung juga menjelaskan tentang benteng alam di Taman Wisata Alam di Bengkulu Utara yang ditargetkan menjadi Kawasan Ekosistem Esensial koridor gajah akan semakin terancam keberlangsungan dengan UU Minerba.

Karena dikawasan tersebut hanya TWA Seblat dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan wilayah konservasi dengan proteksi tinggi. “ Kalau penambang ingin membuka tambang di hutan produksi terbatas dan diberikan izin oleh pusat, sedangkan pusat tidak tahu konsisi di lapangan, kalau izin keluar, maka habislah,” Jelas Gunggung.

Ada potensi binatang alam seblak akan diserang, apalagi semua perizinan sudah diambil alihkan pemerintah pusat,”. Kata Gunggung.

Sementara itu, Donald Hutasoit selaku Kepala Balai KSDA Bengkulu mengatakan bahwa Gajak Sumatera yang tersisa harus diselamatkan, khususnya dalam habitat yang berada di benteng alam Seblat. Ia menilai tentang tambang yang terbuka pasti akan mengubah habitat gajah, apalagi di wilayah Seblat yang merupakan Koridor gajah masuk dalam kawasan Konservasi TWA Seblat. “Jangaknkan hutan konservasi, yang non konservasi kalau itu lintasan gajah perlu diselamatkan, dan faktanya gajah tidak selalu ada dalam kawasan konservasi, tapi juga di luar kawasan. Untyuk diluar konservasi merupakan salah satu penyelamatan dengan solusi penyelamatan dengan ekosistim esensial,” Penjelasan dari Donald.

BACA JUGA  Nam Joo Hyuk Pindah ke Lain Agensi Bersama Suzy

UU Minerba yang baru dikeluarkan betentangn dengan UU Kegutanan. Pihak Donald akan siap mempertahankan kelestarian hutam.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close