fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanDalam NegeriViral

Rumah Ibadah Mulai di Buka, Berikut Beberapa Point Protokol Covid-19 yang Harus di Taati Jamaah

Hari ini secara resmi Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kembali rumah ibadah mulai hari ini, Jumat (5 Juni 2020). Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan bulan Juni sebagai masa transisi.

“Mulai Jumat (5/6/2020) kegiatan beribadah sudah bisa mulai dilakukan,” ungkap Anies, seperti dikutip dari kanal Pemprov DKI Jakarta, Kamis (5/6/2020).

Anies menjelaskan, rumah ibadah seperti masjid, gereja, vihara, pura, kelenteng sudah diperbolehkan melaksanakan ibadah rutin. Meski telah diperbolehkan, Anies mengingatkan agar peribadatan dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19. Berikut ini merupakan beberapa protokol pencegahan Covid-19 di rumah ibadah:

  1. Jumlah peserta ibadah maksimal 50 persen dari kapasitas.
  2. Saat melakukan ibadah, jamaah harus menggunakan masker.
  3. Menerapkan jarak aman 1 meter antar orang.
  4. Mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan setelah kegiatan.
  5. Setelah tempat ibadah dipakai untuk kegiatan rutin, ditutup kembali.
  6. Bagi masjid atau musala tidak menggunakan karpet atau permadani, setiap jamaah harus membawa sendiri sajadah atau alat salat.
  7. Penitipan alas kaki ditiadakan, setiap jamaah harus membawa sendiri kantong atau tas dan membawa masuk alas kakinya masing-masing.
BACA JUGA  Waspada, Gejala Aneh Muncul pada Orang yang Positive Covid-19 di Indonesia

Untuk persiapan pembukaan rumah ibadah, Anies meminta para pengelola rumah ibadah melihat panduan protokol pencegahan Covid-19. Dia menginginkan, kondisi rumah ibadah siap untuk menerima jemaah yang datang berdasarkan protokol yang telah ditentukan.

Anies Baswedan Tetapkan Bulan Juni sebagai Masa Transisi

Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Hal itu disampaikan Anies dalam siaran langsung konferensi pers di kanal Pemprov DKI Jakarta, Kamis (6/6/2020).

“Kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di Jakarta diperpenjang,” ungkap Anies.

Selain itu, Anies juga memutuskan bulan Juni sebagai masa transisi menuju kondisi Jakarta yang aman, sehat dan produktif. Meski secara umum wilayah di DKI Jakarta sudah hijau dan kuning, namun, ada beberapa wilayah yang masih merah. Anies mengatakan bahwa dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati. Selebihnya Anies juga menjelaskan bahwa fase pertama masa transisi dimulai dengan melakukan pelonggaran kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan efek risiko yang terkendali.

BACA JUGA  Wow, Profesor di Sumatera Selatan Temukan Anti Virus Covid-19

Anies menambahkan juga dalam masa transisi ini, semua peraturan mengenai sanksi terhadap pelanggaran pembatasan akan tetap berlaku dan tetap ditegakkan. Sebagai tambahan, jika dalam masa transisi ini terjadi lonjakan kasus maka pihaknya akan kembali menghentikan kegiatan sosial ekonomi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close