fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanCORONA UPDATEDalam NegeriKesehatan

Rokok Tingkatkan Risiko Terkena Covid-19? Ini Penjelasannya!

Sumber: Berita Properti – Rumah123.com

Merokok menurut sebagian orang memang sebuah hal yang biasa, mereka bahkan menganggap merokok adalah sebuah kebutuhan. Namun apakah rokok ditengah pandemi ini aman?
Dalam beberapa studi di berbagai negara menyebutkan bahwa perokok memiliki resiko lebih tinggi terkena Covid-19. Namun, kebanyakan perokok tidak peduli dengan hal tersebut.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, ada empat hal yang membuat perokok rentan terinfeksi Covid-19. Mulai dari gangguan imunitas, peningkatan jumlah reseptor ACE2, risiko penyakit komorbid, dan kebiasaan menyentuh mulut.
Ia menegaskan bahwa orang yang merokok akan menyebabkan gangguan imunitas pada saluran pernapasan dan juga paru-paru. Hal ini karena adanya gangguan pada silia yang akan melemah hingga 50 persen yang berfungi membersihkan saluran pernapasan.
“Kalau silia terganggu, maka akan banyak dahak di saluran napas yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi,” jelas dr Agus dalam konferensi pers yang diadakan Komanas Pengendalian Tembakau, Selasa (28/4/2020).
Agus menambahkan, “Ada mekanisme pembersihan di saluran napas dari silia-silia halus. Sehingga semua kotoran, virus, dan bakteri semua dibersihkan untuk dibuang kemudian dibatukkan keluar,” jelasnya.
Selain itu, nikotin pada rokok akan membuat leukosit kurang bergerak sehingga infeksi yang terjadi menjadi lebih berat. Padahal leukosit itu sendiri berfungsi untuk melawan infeksi virus.
Merokok juga akan meningkatkan jumlah reseptor ACE2 hingga 50%. Reseptor ACE2 adalah tempat menempelnya virus corona di dalam tubuh, hal ini tentu akan membuat virus semakin mudah untuk menempel. Semakin banyak reseptor, semakin besar pula resiko terkena virus.
Alasan selanjutnya adalah, perokok akan berkaitan dengan penyakit komorbid, yaitu penyakit degeneratis seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Penyakit tersebut dapat memperburuk atau memberatkan kondisi pasien ketika terinfeksi Covid-19.
“Terakhir, merokok berkaitan dengan memegang mulut berkali-kali sehingga transmisi virus bisa berkali-kali lipat,” ujar dr Agus.
Merokok memang tidak bisa lepas dari memegang mulut, padahal salah satu cara dalam mencegah tersebarnya Covid-19 adalah dengan mengurangi frekuensi dalam memegang wajah, hal ini tentu sangat bertentangan.
Selain rokok, ternyata shisha dan vape juga memiliki resiko yang sama. Selain melemahkan imun tubuh, penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan pipa dan selang secara bergantian. Selain itu, bila selang-selang jarang dibersihkan, maka akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi lain karena adanya penumpukan kotoran, kuman dan bakteri.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close