fbpx
Luar NegeriTeknologiTravel

Pesawat Listrik Terbesar Ini Sukses Diterbangkan Pertama Kalinya di Langit Washington

Pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2020 lalu, dikabarkan pesawat terbesar di dunia dengan tenaga murni dari baterai melayang selama 28 menit diatas, Washington, Amerika Serikat.

Pabrikan MagniX diketahui memang sedang mengembangkan eCaravan dengan menggunakan badan pesawat Cessna Grand Caravan, yang merupakan salah satu pesawat jarak menengah yang paling banyak digunakan di dunia. Perusahaan tersebut menanamkan mesin bertenaga listrik, mereka juga berharap akan memiliki versi pesawat yang tersedia secara komersial paling lambat dijual pada tahun depan, dengan daya jelajah mencapai 100 mil.

CEO MagniX, Roei Ganzarski mengatakan bahwa pesawat tersebut sangat penting dalam mengurangi dampak emisi karbon, selain itu pesawat dengan mesin listrik akan dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar fosil sehingga sekitar 40-70 persen lebih murah per jam penerbangan.

Dalam uji coba pesawat tersebut, pilot melakukan lepas landas pukul 16.02 BST dan mendarat kembali 16.30 BST, pesawat dengan 9 tempat duduk itu terbang di atas danau Musa, diikuti dengan pesawat kecil konvensional. Saat eCaravan itu lepas landas dan naik ke ketinggian 2.500 kaki, turun menjadi 1.000 kaki, kemudian menghabiskan 25 menit menjelajah di udara, tanpa ada suara deru atau bising saat pesawat terbang bahkan lebih senyap dibandingkan pesawat pendampingnya yang lebih kecil. Penerbangan perdana eCaravan itu juga disiarkan secara langsung di akun Facebook.

BACA JUGA  Membawa Koneksi Internet di Indonesia Lebih Cepat, Ini Dia Proyek dari Facebook Connectivity

Saat berada di udara, pilot melakukan sejumlah manuver untuk menguji pergerakan dan keselamatan pesawat. Menurut Ganzarski, untuk penerbangan dibawah 1.000 mil, nantinya dalam 15 tahun ke depan dapat dilakukan oleh pesawat listrik. Namun untuk sekarang lebih cocok untuk penerbangan ultra-pendek sekitar 100 mil, karena teknologi baterai yang masih perlu ditingkatkan terlebih dahulu.

Untuk saat ini, menurut Ganzarski teknologi baterai dapat mendukung jangkauan terbang hingga 500 mil pada pesawat khusus yang dirancang dengan motor listrik. Dikabarkan bahwa perusahaan baterai juga mulai bekerja lebih giat pada solusi baterai siap Dirgantara.

Untuk menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mengubah pesawat komersial menjadi model listrik, mereka memasang kembali mesin pada pesawat ringan Grand caravan Cessna 208B, serta berusaha mengubahnya dari pemborosan BBM, menciptakan emisi, menjadi pesawat terbang bersih dan serba listrik, dengan biaya operasional yang rendah.

Penerbangan eCaravan tersebut mengikuti jejak bersejarah pesawat listrik – eBeaver dengan Harbor Air, bedanya pesawat amfibi eBeaver berukuran lebih kecil. Motor listrik magni500 yang ditambahkan ke eCaravan diklaim juga dapat digunakan pada pesawat seperti King Air, Otter, atau pesawat amfibi DH-Beaver.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close