fbpx
CORONA UPDATE

Penemuan Terbaru : WHO Ungkapkan COVID 19 Dapat Menyebar Lewat Udara | SIMAK & WASPADA!

Organisasi kesehatan Dunia atau yang dikenal dengan WHO telah mengakui dan mengatakan bahwa penyebaran virus Corona juga bisa terjadi melalui partikel-partikel yang melayang di udara. Hal ini menjadi hal yang baru dan perlu diperhatikan masyarakat dunia. Karena sebelumnya diketahui bahwa virus Covid 19 ini hanya bisa menyebar atau menular melalui droplet. Namun berdasar penelitian terbaru mengatakan bahwa virus ini ternyata bisa menyebar melalui udara.

Dengan adanya informasi ini, penularan Corona melalui udara tidak dapat dikesampingkan dalam ruang yang padat, tertutup, atau berventilasi kurang baik. Jika bukti ini dikonfirmasi, ini dapat memengaruhi pedoman untuk jarak dalam sebuah ruangan.

Berdasarkan informasi dari BBC mengatakan bahwa terdapat 200 ilmuwan yang memberikan surat terbuka untuk WHO. 200 ilmuwan menuduh WHO meremehkan kemungkinan penularan melalui udara. WHO sejauh ini mengatakan bahwa virus ditularkan melalui droplet (percikan) ketika orang batuk atau bersin.

“Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka,” jelas Jimenez.

BACA JUGA  WOW, Dipercaya Tempat Teraman di Dunia Untuk Sembunyi dari CORONA, Harganya Rp134 Miliar

“Kami ingin mereka mengakui bukti,” ujar Jose Jimenez, ahli kimia di University of Colorado yang menandatangani surat tersebut.

Menurut Profesor dari Universitas Hong Kong yaitu Benjamin Cowling, temuan itu memiliki implikasi penting.Diapun menjelaskan dalam pengaturan layanan kesehatan, jika penularan aerosol (lewat udara) menimbulkan risiko, maka petugas layanan kesehatan harus benar-benar mengenakan peralatan pencegahan terbaik.

Selain itu Dia mengungkapkan  sesungguhnya WHO mengatakan bahwa salah satu alasan mereka tidak tertarik untuk berbicara tentang penularan aerosol dari Virus Corona  adalah karena tidak ada cukup jenis masker khusus yang bisa digunakan untuk seluruh dunia.

“Dan di masyarakat, jika kita berpikir tentang transmisi aerosol menjadi risiko tertentu, maka kita perlu berpikir tentang bagaimana mencegah peristiwa penyebaran super yang lebih besar, wabah yang lebih besar dan yang terjadi di lingkungan dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk, sempit, dan kontak jarak dekat berkepanjangan,” jelas Cowling.

Dan dari pihak pejabat WHO mengatakan bahwa dalam bukti tersebut diperlukan penilaian lebih lanjut. Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi, mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk, tidak dapat dikesampingkan juga.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close