fbpx
CORONA UPDATELuar NegeriTeknologi

Penelitian Baru: Obat Darah Tinggi Dapat Menekan Angka Kematian Covid-19?

Pada masa pandemi yang saat ini terjadi, banyak sekali penemuan-penemuan yang muncul dari berbagai pihak yang memang sedang berusaha menciptakan berbagai kebutuhan seperti obat-obatan ataupun vaksin yang sampai saat ini masih didalami kelanjutannya.

Kabar mengejutkan datang dari sebuah studi yang baru-baru ini menemukan bahwa obat yang digunakan untuk darah tinggi ternyata bisa membantu untuk melindungi pasien yang terinfeksi oleh Covid-19 yang parah. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa obat untuk tekanan darah tinggi dapat menekan angka kematian akibat virus Corona jenis baru tersebut.

Laporan tersebut dikemukakan oleh para peneliti pada hari Kamis (4/6) waktu di European Heart Journal, dalam laporannya ditemukan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi memiliki resiko kematian dua kali lipat dan lebih membutuhkan ventilasi mekanik untuk membantu mereka bernapas dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

Dalam penelitian tersebut, setidaknya ada hampir 2.900 pasien yang dirawat di bulan Februari hingga Maret yakni di rumah sakit Huo Shen Shan di Wuhan, China. Para peneliti tersebut menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi segala jenis obat darah tinggi untuk menurunkan tekanan darahnya, memiliki resiko kematian yang lebih rendah secara signifikan. Mereka juga mengumpulkan beberapa data dari studi sebelumnya, mereka menemukan bahwa obat tekanan darah tinggi jenis ACE inhibitor dan ARB, malah memiliki resiko lebih rendah dari kematian penyebab Covid-19.

BACA JUGA  Fitur Baru WhatsApp, 1 Akun Dalam 2 Ponsel

Selain itu pada beberapa makalah sebelumnya telah dijelaskan bahwa obat ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap virus Corona.

“Kami cukup terkejut bahwa hasil ini tidak mendukung hipotesis awal kami, pada kenyataannya hasilnya berada di arah yang berlawanan, dengan tren yang mendukung ACE inhibitor dan ARB,” jelas salah satu peneliti Fei Li dari Rumah Sakit Xijing di Xi’an, China dari yang Inkuiri kutip dari Suara.com.

Diketahui bahwa para peneliti melakukan penelitian bukan dari uji coba secara acak, namun dari penelitian dengan cara observasional.

“Tetapi untuk saat ini, kami menyarankan bahwa pasien tidak boleh menghentikan atau mengubah pengobatan antihipertensi biasa mereka kecuali diinstruksikan oleh dokter,” tambah dari Li.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close