fbpx
Fenomena AlamTeknologi

Peneliti Memprediksi Adanya 6 Miliar Planet Mirip Bumi Ada di Galaksi Bima Sakti

Dari penelitian terbaru, dikatakan bahwa pada setiap 5 bintang seperti matahari (tipe G) di Bimasakti memiliki kemungkinan ada satu planet yang mirip dengan bumi, jika hal itu benar maka ada sekitar 6 miliar planet mirip bumi yang ada di Bima sakti.

Michelle Kunimoto dari University of British Columbia mengatakan bahwa perhitungannya menempatkan batas atas 0,18 planet mirip dengan bumi perbintang tipe G. Dengan perhitungan tersebut, hal ini memberikan penjelasan yang penting pada pembentukan planet dan teori evolusi, selain itu juga dapat mengoptimalkan dalam membantu misi masa depan untuk menemukan planet eksoplanet.

Saat planet diklasifikasikan mirip dengan bumi, hal itu berarti planet tersebut memiliki bebatuan berukuran kira-kira seukuran bumi, serta mengorbit di zona layak huni bintang mirip Matahari. Namun planet dengan karakteristik seperti itu sulit untuk dideteksi dibandingkan dengan planet gas raksasa yang lebih besar, hal itu disebabkan karena planet yang mirip bumi memiliki dampak yang jauh lebih kecil pada spektrum bintang inangnya. Sampai saat ini sebanyak 4.164 eksoplanet yang dikonfirmasi kebanyakan merupakan planet gas raksasa.

BACA JUGA  Di Australia Petugas Imigrasi Menggunakan Informasi dari Facebook Pemohon Visa Perlindungan

Namun, penelitian yang baru saja dilakukan oleh Kunimoto bersama dengan rekan astronom Jaymie Matthews yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal disebutkan ada kemungkinan bahwa banyak planet mirip bumi di luar sana. Matthews mengatakan bahwa Bima sakti yang memiliki 400 miliar bintang dengan 7 persennya adalah tipe G, yang berarti kurang dari 6 miliar bintang mungkin saja memiliki planet mirip dengan bumi.

Sumber: Suara.com

Dalam memperkirakan proporsi planet mirip bumi yang mungkin telah dilewatkan Kepler dalam pencarian, mereka menggabungkan data dari misi Kepler milik NASA dengan teknik ‘forward modeling’. Dalam penelitiannya tersebut ia mensimulasikan populasi eksoplanet di sekitar bintang-bintang yang dicari Kepler. Dengan tergantung pada seberapa besar kemungkinan algoritma pencarian planet, ia menandai setiap planet sebagai terdeteksi atau terlewatkan.

Setelah itu ia membandingkan planet yang terdeteksi dengan katalog planet yang sebenarnya. “Jika simulasi menghasilkan kecocokan yang dekat, maka populasi awal kemungkinan merupakan representasi yang baik dari populasi sebenarnya planet yang mengorbit bintang-bintang itu,” tambahnya.

BACA JUGA  Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini, Jika Ponsel Tak Ingin Overheat

Dengan metode yang digunakan tersebut, ia telah menemukan jumlah planet dengan jari-jari antara 0,75 hingga 1,5 kali bumi yang mengorbit bintang seperti matahari yakni pada jarak antara 0,99 hingga 1,7 AU, dan dengan asumsi batas atas bintang tipe G di galaksi, berada di angka hampir 6 miliar.

Memang Kunimoto ini diketahui sering menggunakan data Kepler dalam penelitiannya. Bahkan pada awal tahun ini pun ia juga menemukan 17 kandidat planet baru diantara 4 tahun pertama data Kepler yang salah satu planet itu terletak di zona layak huni bintangnya. Di samping itu saat ia masih mahasiswa ia telah bisa menemukan 4 planet baru yang satu diantaranya diperkirakan memiliki bulan besar.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close