fbpx
Dalam NegeriUncategorized

Pemberlakuan Ganjil Genap Pada Masa PSBB Transisi

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengataka menganai kebijakan penerapan ganjil genap untuk sepeda motor dan mobil belum diterapkan untuk pecan depan, seperti dalam aturan Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang masa transisi mengenai pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil dan genap untuk kendaraan sepeda motor dan mobil.

“ Ganjil dan genap belum berlaku seminggu kedepan” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Sabtu, 6 Juni 2020.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin mengatakan tentang tanggal pasti penerapan ganjil genap akan dilakukan usai evaluasi kondisi lalu lintas dalam pekan pertama penerapan dari PSBB transisi.

“Kami akan melakukan evaluasi pekan pertama masa transisi dahuli” kata Syafrin.

Syafrin juga belum menjelaskan tentang ruas jalan ganjil genap pada masa transisi ini, apakah akan sama dengan kebijakan sebelumnya atau akan diperluas dan di ubah. “Kita lihat hasil (evaluasi) dulu.” Kata Syafrin

Pemprof DKI Jakarta mengeluarkan Pergub Nomor 51 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. Dikeluarkanya surat ini karena sebagai upaya pencegahan dari Covid-19. Setelah masa PSBB kemudian menuju PSBB transisi yang juga harus di atur dalam setiap sector, mulai dari ekonomi, social, terutama dalam berlalulintas agar terjaga dan kondusif.

BACA JUGA  Kebijakan Pemberlakuan Ganjil Genap di DKI Jakarta Akan di Putuskan Oleh Gubernur

Dalam Pergub tersebut diatur tentang pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil dan genap untuk kendaraan sepeda motor dan mobil..

“Pengendalian moda trnsportasi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.                kendaraan pribadi sepeda motor dan mobil beroprasi dengan prinsip ganjil dan genap pada kawasan pengendalian lalu lintas,” isi dari Pasal 17 ayat 1 Pergrun Nomor 51 Tahun 2020.

Dalam rapat Pemprof DKI bertanggal 2 Juni 2020 yang di unggah oleh Pemprov DKI, Anies menjelaskan tentang alasanya diberlakukan ganjil dan genap pada masa transisi.

“Kenapa kok ada ganjil genap, bukan pengendalian kemacetan? Untuk pengendalian jumlah orang bepergian, kalau kantor itu dibagi menjadi dua, sebagian kerja, sebagian tidak, maka bisa mengandalkan ganjil genap juga.” Kata Anies.

Sementara pada Pasal 18, diatur kendaraan roda dua dan kendaraaan roda empat bernomor ganjil hanya bisa melintas di ruas jalan pada tanggal ganjil. Sedangkan kendaraan roda empat bernomor genap hanya bisa melintas pada tanggal genap.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close