fbpx
CORONA UPDATEDalam NegeriKesehatan

Patut Di Apresiasi! Dokter Asal Surabaya Ini Membuat Alat Pembunuh Virus Corona

Sumber: duta.co

Saat wabah Covid-19 yang saat ini sedang terjadi, banyak orang berlomba untuk menemukan alat atau obat alternatif yang dapat membunuh virus Corona. Salah satunya adalah seorang dokter di Surabaya yang bernama Helmi Jakfar.

Ia menemukan alat seperti pembersih udara yang diberi nama “Virus Killer Device”. Ia mengungkapkan bahwa penyebaran virus lebih banyak terjadi di ruang tertutup dan lewat cipratan cairan. Karena bila lewat ruang terbuka virus akan mudah mati jika terkena sinar matahari.

Ia mencontohkan dalam sebuah rapat yang salah satunya positif, maka udara ruangan akan bercampur virus jika orang yang positif tersebut mengeluarkan cipratan baik dari bersin atau batuk. Hal ini sangat bertolak belakang karena saat ini kebanyakan penyemprotan disinfektan dilakukan di outdoor.

Karena itu ia berinisiatif membuat alat pembunuh virus di dalam ruangan. Cara kerja alatnya tersebut, yaitu dengan menyedot udara dalam ruangan yang setelah itu disaring dengan ultraviolet berkekuatan 800 mikro joel. Sehingga akan mematikan virus dan dilanjut dengan pemberian alkaline untuk memastikan virus mati.

BACA JUGA  Catat, Komet Swan Akan Segera Melintasi Bumi

Sumber: Merdeka.com

“Di kotak itu cuma butuh waktu 0,2 detik untuk bunuh virus. Sebetulnya sederhana tapi tak banyak terpikirkan,” ujar Helmi.

Alat ini dianggap cocok digunakan ditengah kondisi pandemi ini karena dapat bekerja terus-menerus hingga udara bersih.

“Yang penting ini ditempatkan di indoor seperti ruang praktek dokter. Saya juga menyiapkan untuk kapasitas ruang besar, kalau ini cukup untuk ruang 4×5 meter,” tambahnya.

Sementara itu, berhasil berkolaborasi dengan alat yang ditemukan dokter Helmi, Didin Noor Ali, Direktur Komersial Bimasakti Grup PT Bimasakti Multi Sinergi, mengungkapkan bahwa telah menyerahkan beberapa alat pembasmi virus ini kepada sejumlah rumah sakit melalui Pemprov Jatim. Ia berharap alat ini bisa menjadi solusi ditengah pandemi yang sedang melanda. Didin juga berpendapat bahwa alat ini merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaannya.

“Alat ini masih kita produksi terbatas belum fabrikasi. Maksimal hanya 30-50 unit, itupun hanya untuk kepentingan donasi dibagi untuk rumah sakit juga di Pemprov. Nanti baru akan dipikirkan untuk produk secara massal di Indonesia,” ungkapnya di gedung Negara Grahadi.

BACA JUGA  Seri Realme Terbaru, Narzo yang di Bandrol Dengan Harga 2 Jutaan!

Sementara itu, apresiasi datang dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, ia menyebut setiap inovasi dibidang medis akan melalui proses sebelum dipakai untuk keperluan medis. “Tetapi kita sangat bangga ada masyarakat Jatim yang punya minat untuk melihat potensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bagaimana alat ini bermanfaat ini yang akan dilihat,” ucapnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close