fbpx
CORONA UPDATEDalam NegeriKesehatan

Pasien Terlalu Banyak, Rumah Sakit Di Jawa Timur Telah Kelebihan Kapasitas

Wabah virus Corona saat ini sedang menyebar, hal itu juga dirasakan di wilayah Jawa Timur yang merupakan salah satu wilayah paling banyak terkena virus Corona se-indonesia.

Tingginya penderita virus ini, mengakibatkan banyak rumah sakit di wilayah Jawa Timur yang mengalami overload atau kelebihan kapasitas. Pemprov Jatim dalam hal ini berupaya untukĀ  segera menanggulangi dengan mempersiapkan Rumah Sakit darurat.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, mengungkapkan secara teoritis bahwa rumah sakit rujukan yang menangani pasien khusus korona sudah mengalami kelebihan kapasitas atau overload, yang mengakibatkan disiapkannya Rumah Sakit darurat untuk menanggulangi hal tersebut.

Dari data menunjukkan, Surabaya mendapati sebanyak 798 pasien dengan kapasitas bed hanya 403 buah, sehingga overload sebanyak 395. Untuk Sidoarjo mendapati pasien sebanyak 212 pasien dengan kapasitas hanya 160 buah, sehingga overload sebanyak 62 pasien. Kemudian untuk wilayah Gresik sebanyak 121 pasien, dengan kapasitas bed hanya 24 buah, sehingga overload sebanyak 97 pasien.

BACA JUGA  Dianggap Gagal Melakukan Reformasi, Donald Trump Akhirnya Memutus Hubungan AS dengan WHO

“Secara teoritis Rumah Sakit kita sudah overload. Overload nya sudah cukup mengkhawatirkan,” ujarnya, Minggu (3/5/2020).

Hal yang memungkinkan dalam tempo yang cepat ini menurutnya adalah mempersiapkan kelengkapan infrastruktur Rumah Sakit Universitas Airlangga.

“Jadi pemerintah provinsi bersama dengan Kementerian Pendidikan dan para donatur berupaya untuk membuka rumah sakit di Unair, Insyaallah 1 atau 2 hari ini akan selesai dan bisa ditempati, kira-kira sampai 200 lebih (pasien),” ungkap Joni.

Ia menegaskan bahwa meskipun Rumah Sakit tersebut sudah dioperasionalkan, namun tetap tidak akan bisa menampung semua pasien. Maka Kemenkes mengambil kebijakan bahwa tidak semua orang yang berstatus PDP harus masuk rumah sakit, asal rumah dan perilakunya memenuhi syarat.

Ia menyebutkan bahwa telah mendapatkan perintah dari Gubernur dan izin dari Kemenkes untuk dapat menggunakan Gedung Puslitbang Humaniora, di jalan Indrapura, Surabaya, yang dapat menampung sekitar 500 orang lebih pasien.

“Saya sudah mendapat perintah dari ibu Gubernur dan juga mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk menggunakan gedung Puslitbang Humaniora sebagai Rumah Sakit darurat. Kapasitasnya cukup besar yaitu 500 an lebih,” ujarnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close