fbpx
Luar NegeriUncategorized

Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Ketersediaan Jumlah Pangan di Sejumlah Negara

Pandemi Covid-19 yang telah tersebar ke dunia pada saat awal tahun lalu sampai saat ini dan telah menyebabkan krisis bagi Negara dan memberikan dampak yang besar bagi Negara-negara yang terserang Covid-19 yang parah. Dampak tersebut meliputi banyak aspek yang dapat membuat suatu Negara menjadi keterpurukan, mulai dari kesehatan, pendidikan, pariwisata, ekonomi dan sector lainya juga. Lebih mengkhwatirkan adalah dampak terhadap suplai makanan yang tersedia.

Dalam akun resminya, Badan pangan Dunia (FAO) mengatakan “Kita mengalami resiko krisis pangan yang melonjak, kecuali diambil tindakan cepat melindungi aspek-aspek yang paling rentan, menjaga rantai pasokan dan mengurangi dampak pandemic diseluruh sistim pangan,”. Seperti yang dikutip oleh Kompas.com.

Karena penutupan perbatasan, karangtina, gangguan pasar, dan perdagangan yang dibatasi mengakibatkan turunya pasokan pangan dan menjadi krisis, juga untuk mendapatkan sumber makanan yang cukup sulit. Hal tersebut terjadi terutama di Negara yang dampak akan penularan dan penyebaran Covid-19 yang parah.

Menurut FAO masih ada dan cukup stok makanan secara global guna memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Harus adanya ke hati-hatian untuk mengelola stok pangan agar tidak terjadi krisis pangan seperti tahun 2007-2008 tidak boleh terulang sembari adanya krisis kesehatan seperti ini.

BACA JUGA  Bocor, Terkait Jadwal Peluncuran Playstation 5 Terkuak dari Info LoKer

Untuk saat ini, telah ada kebijakan mengenai pembukaan pasar atu tempat belanja dan sumber pangan sudah mulai stabil, meski hanya untuk beberapa jenis makanan. Meski sudah adanya kebijakan membuka pasar, namun masih ada sejumlah kendala yang dialami saat pengiriman pangan secara logistic dari satu titik ke titik yang lainya.

Membuat makanan yang dikirim dari luar menjadi sulit ditemukan karena adanya masalah dalam pengiriman. Negara yang berdampak pada sumber pangan adalah Negara yang memiliki populasi rakyat di bawah kemiskinan, para migran, pengungsi, dan masyarakat yang menjadi korban wilayah konflik. Seperti Negara Yaman, Kongo, Afghanistan, Venuezuela, dan Ethiopia. Data dari World Food Program (WFP) yang dilansir dari Kompas.com dan dikutip dari BBC.

Menurut WFP untuk angka kelaparan pada tahun ini diperkirakan adalah 265 juta kasus. Jumlah tersebut menjadi dua kali lipat dari tahun 2019 saat pandemic belum meluas, yaitu sebanyak 135 juta kasus.  Kasus ini terjadi pada Negara yang memiliki ekonomi yang rendah, namun di Negara yang berkembang ada juga yang merasaknnya. Terlebih lagi pada Negara yang hanya meengandalkan perekonomian pada sector tertentu saja.

BACA JUGA  China Hadirkan Bus Sehat Anti Corona Untuk Meminimalisir Penyebaran Virus
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close