fbpx
Luar NegeriMobil & Motor

Pamit Dari Dunia Otomotif, Nissan Akan Hapus Merek Datsun

Datsun adalah merek mobil yang dimiliki oleh Nissan Motor Company. Sayangnya belakangan ini Datsun diterpa kabar tak sedap dikarenakan penjualannya yang terus melorot dan brand image yang tak sesuai ekspektasi.

Kabar buruk datang dari Nissan Motor Co., Ltd, mereka berencana melakukan pemangkasan biaya besar-besaran akibat tekanan wabah virus Corona, langkah yang mereka lakukan adalah dengan mematikan merek Datsun.

Dikutip dari Autonews, Nissan akan memangkas US$ 2,8 miliar (sekitar Rp 41,725 triliun) pos pengeluaran tahunan mereka serta merestrukturisasi keuangan tahun ini. Pemangkasan ini merupakan rencana panjang yang akan memakan waktu berdurasi tiga tahun.

Ini bukan pertama kali Nissan mematikan Datsun, pada tahun 1986 Datsun juga dihentikan, untuk kemudian kembali hidup pada tahun 2013, setelah 7 tahun hidup ternyata lagi-lagi Nissan kembali mematikannya pada tahun ini.

Saat kembali pada tahun 2013 lalu, Datsun muncul sebagai mobil murah yang disiapkan untuk pasar di Indonesia, India, Afrika Selatan, dan Rusia.

Menurut editor otomotif di perusahaan data dan analitik GlotData, David Legget, Datsun berusaha dihidupkan terus menerus namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi.

BACA JUGA  Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Kamu Membeli Mobil di Tengah Pandemi Covid-19

“Mereka Datsun yang dihidupkan kembali pada 2013 sebagai penyedia spesialis model kecil dan murah untuk negara-negara berpenghasilan rendah seperti India, Indonesia, dan Rusia memiliki hasil yang beragam. Persaingan semakin ketat sementara volume penjualannya rendah. Posisi harga murah, dan margin tipis dalam menjaga profitabilitas sulit dipahami,” ujar Leggett.

Ia menambahkan bahwa Nissan perlu fokus untuk memberikan margin keuntungan lebih tinggi, dengan menjual produk dengan margin profit yang lebih tinggi seperti kendaraan listrik yang saat ini makin kompetitif di pasar otomotif dunia.

Untuk itu, merek Datsun dengan segala bentuk biaya tambahan nya harus dikurangi dan juga harus mulai mengincar profit yang lebih tinggi untuk memiliki perekonomian otomotif yang lebih kompetitif.

Rencana pemotongan biaya yang beredar saat ini masih dalam peninjauan oleh dewan direksi Nissan, mengingat pendapatan Nisan yang terus menurun dalam 3 tahun terakhir seperti yang dikutip dari Reuters. Nisan kini akan fokus pada pasar utama mereka yang ada di Amerika Serikat, Jepang, dan China. Selain itu mereka juga fokus pada pasar kendaraan kelas atas.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close