fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / OVO dan DANA Diisukan Melakukan Merger Untuk Menyaingi GoPay, Benar atau Tidak?

OVO dan DANA Diisukan Melakukan Merger Untuk Menyaingi GoPay, Benar atau Tidak?

Kabar mengejutkan baru-baru ini datang dari startup fintech terkenal di Indonesia, yaitu OVO dan DANA, mereka dikabarkan telah bekerja sama dan sepakat untuk melakukan merger. Seperti yang dikutip dari Kontan.co.id, aksi merger yang dilakukan oleh OVO dan DANA tersebut dilakukan untuk mengurangi aksi bakar uang yang sekaligus untuk menyanyi aplikasi dompet digital lain, yakni GoPay.

Pada rumor tersebut, dikatakan bahwa OVO sudah mencapai kesepakatan dengan DANA untuk bergabung atau merger. Kesepakatan tersebut dikatakan sudah mulai proses penjajakan untuk bernegosiasi yakni sejak tahun 2019 lalu.

Sinta Setyaningsih, Head of Public Relations OVO menyebutkan bahwa pihak OVO belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar.

“Saat ini kami belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar di market,” jelas Sinta kepada Kontan.co.id, Sabtu (13/6).

Hal yang serupa juga diberitahukan oleh PT Espay Debit Indonesia sebagai operator DANA. Seperti yang dilansir dari Indozone yang telah mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Charisma Albandjar sebagai Chief Communications Officer DANA, mengatakan bahwa pihak mereka enggan untuk mengomentari isu tersebut.

BACA JUGA  TERBONGKAR, Inilah Video Benda Misterius di Langit yang Hebohkan Warga Yogyakarta dan Solo

“Itukan katanya-katanya, pernyataan saya cuma satu, saya nggak bisa komentari soal rumor,” ujar Chrisma saat dihubungi Indozone, Minggu (14/6).

Ia mengomentari bahwa hal tersebut hanyalah sebagai rumor, dia juga tidak mengetahui sumber dari hal tersebut, ia mengaku bingung untuk menjawab karena rumor yang tidak jelas asal muasalnya.

“Saya tidak bisa komentari rumor, buat kita itu sih rumor,” tambahnya.

Saat ditanya lebih jauh, ia menyebut bahwa pihaknya pasti akan memberikan keterangan secara resmi kepada awak media tentang perihal tersebut.

“Gini, kalau ada berita pasti saya kasih tahu ke media,” jelas Chrisma.

Dompet digital DANA merupakan afiliasi dari Alibaba Group, sedangkan PT Visionet Internasional alias OVO merupakan bagian dari SoftBank Group. Keduanya diberitakan oleh Kontan.co.id yang mengutip dari Bloomberg telah sepakat menandatangani perjanjian tersebut. Namun karena adanya pandemi yang masih melanda, akhirnya membuat penandatanganan itu ditunda dan akan dilakukan saat kondisi stabil. Yang menarik dari kesepakatan ini adalah bilamana keduanya memang benar-benar merger, nantinya kedua perusahaan ini akan siap untuk menyaingi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

BACA JUGA  Waspada, Ini Modus Nakal Orang-Orang yang Nekad Mudik

OVO dan GoPay yang diklaim merupakan platform e-wallet terbesar di Indonesia, akan dapat memungkinkan marger ini menciptakan platform pembayaran digital terbesar di Indonesia.

Sebagai informasi bahwa pemain e-wallet di Indonesia dikatakan telah terperosok dalam pertempuran memimpin pasar digital. Untuk itu, Go-Jek merespon untuk memperluas layanan keuangan mereka dengan menggandeng Facebook dan Paypal untuk memperkuat bisnisnya, bahkan gojek juga telah meluncurkan investasi emas.

About syharil

Check Also

8 Tanaman Janda Bolong Jenis Terbaik, Asli & Termahal – Terbaru 2020

Tanaman hias merupakan sebuah tanaman yang sering dijadikan hiasan di dalam rumah maupun di luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *