fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanLuar NegeriUncategorized

Ngeri, Ilmuan Temuka Ledakan Besar di Luar Angkasa

Baru- baru ini sekelompok ilmuan astronom  telah menemukan sebuah ledakan terbesar sepanjang sejarah di alam semesta sejak terjadinya ledakan Big Bang yang kemudian membentuk alam semesta saat ini.

Peneliti menjelaskan bahwa awal mula ledakan tersebut diduga berasal dari lubang hitam (black hole) supermasif yang berjarak sekitar 390 juta tahun cahaya Bumi.

“Kami telah melihat ledakan di pusat galaksi sebelumnya, tetapi yang ini benar-benar sangat besar,” kata Melanie Johnston-Hollit dari Curtin University, sebagaimana dilansir Digital Trends.

Dari ledakan tersebut, kemudian meninggalkan bekas raksasa di gugus galaksi Ophiucus. Galaksi Ophiucus merupakan satu kumpulan galaksi raksasa yang terbentuk dari ribuan galaksi,gas panas, dan dark matter. Dikutip dari Pikiranrakyat-bekasi.com oleh Tim Mantra Sukabumiberdasarkan laporan dari Sky News, pada Minggu, 1 Maret 2020 para ilmuwan mengatakan ledakan tersebut melepaskan lima kali lebih banyak daripada yang disaksikan sebelumnya dan meninggalkan penyok raksasa di gugusan galaksi.

Profesor Melanie Johnston-Hollitt, dari International Center for Radio Astronomy Research mengatakan bahwa ledakan yang ditemukan merupakan yang paling energik. Selebihnya, Prof Johnston-Hollitt juga mengatakan bahwa ledakan itu terjadi antara 240 juta dan 400 juta tahun yang lalu. Ledakan tersebut begitu dahsyat hingga membuat lubang di plasma cluster – gas super panas yang mengelilingi lubang black hole.

BACA JUGA  Tahun Ini Malam Lailatul Qadr Jatuh Pada Tanggal Ini, Catat Waktunya!

Kemudian Dr Simona Giacintucci dari Naval Research Laboratory di Amerika, yang memimpin penelitian itu, mengatakan dalam beberapa hal bahwa ledakan itu mirip dengan letusan Gunung St Helens tahun 1980, yang merobek bagian atas gunung.

Profesor Johnston-Hollitt mengatakan, para ilmuwan awalnya menolak bahwa lubang itu bisa disebabkan oleh ledakan energi karena itu akan terlalu besar. Namun, lambat laun, para astronom baru menyadari apa yang terjadi ketika mereka melihat gugusan galaksi Ophiuchus dengan empat teleskop radio, termasuk Murchison Widefield Array (MWA) di Australia Barat dan Teleskop Giant Metrewave Radio Telescope (GMRT) di India.

Profesor Johnston-Hollitt mengatakan temuan itu merupakan menjadi  kemungkinan yang pertama.

“Kami membuat penemuan ini dengan fase pertama MWA, ketika teleskop memiliki 2048 antena mengarah ke langit,” lanjutnya.

“Aku pikir itu sangat menarik,” tutupnya. Sebagai tambahan, penemuan ini dipublikasikan dalam Astrophysical Journal.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close