fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanLuar Negeri

NGERI, Gaya Tren Mode yang Mengancam Nyawa Manusia Sepanjang Masa

Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Gaya berbusana ataupun fashion yang menjadi tren disetiap waktunya selalu berbeda-beda. Dan hal inipun sering kaling membuat para orang ingin mengikuti model-model yang sedang hitz dijamannya. Namun mungkin belum anda ketahui, ternyata di sejarah kehidupan ini terdapat beberapa jenis tren mode yang membayangkan manusia. Bahkan nyawapun jadi taruhannya.

Walaupun demikian masih banyak pula yang tetap mengikuti tren tersebut guna supaya tidak dibilang ketinggalan jaman. Tetapi keragaman budaya dan seni membuat manusia semakin aneh dalam berkreasi.

Dan berikut ini beberapa tren mode yang mengancam nyawa manusia :

  1. Crinoline (1800-1901)

Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Salah satu jenis tren yang berlangsung diabad 18 ini menempel pada wanita dijaman itu. Yaitu setiap wanita menggunakan pakaian dalam yang disebut Crinoline. Pakaian ini sejenis petticoat atau rok dalaman yang biasa dipakai di bawah gaun. Crinoline sendiri terbuat dari bahan bulu kuda. Mode ini terjadi pada jaman kekuasaan Ratu Victoria.

Walaupun sebenarnya wanita ketika memakai ini akan terlihat lebih anggun, namun hal ini sangatlah menyiksa. Karena membuat mereka menjadi susah berjalan. Selain itu bahannya yang panas dan juga berlapis-lapis pakaian yang digunakan membuat didalam tubuhnya menjadi lembab. Selain itu bahannya ini sangat mudah terbakar. Sehingga nyawapun menjadi taruhannya.

  1. Korset (era 1900-an)
BACA JUGA  Sedang Santai, Tak Sangka Wanita Ini Temukan Benda Ini
Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Pastinya banyak diantara anda sudah tahu jenis tren ini. Namun dijaman era 1900 Korset ini menjadi pakaian yang dapat mengangkat kehormatan wanita. Karena bagi mereka yang menggunakan akan dinilai lebih terhormat, dibandingkan mereka yang tidak menggunakan dianggap loose women’ mengacu kepada orang yang tidak memakai korset memiliki moral selonggar tali korsetnya.

Bahayanya menggunakan Korset sangatlah banyak resikonya, karena korset menyebabkan masalah pencernaan, sembelit, pingsan karena sulit bernafas dan bahkan pendarahan dalam. Hal ini dipicu dari mengecilnya ukuran pinggang yang dipaksakan.

  1. Stiff High Collar/Kerah kaku (Abad 19)
Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Kali ini adalah jenis tren mode untuk kaum pria di era abad 19 an. Tren ini merupakan fashion krah yang terpisah dari bajunya. Jadi para pria dijaman dulu tidak perlu mengganti-ganti bajunya, cukup dengan mengganti kerah bajunya saja.

Namun fashion seperti ini juga dianggap bahaya dan bisa menyebabkan kematian. Karena Kerah kaku dapat memotong pasokan darah ke arteri carotid. Selain itu bisa membuat kepala menjadi tercekik ketika bergerak kedepan maupun kebelakang. Karena pada waktu itu juga ada kejadian dimana seorang yang bernama John Cruetzi ditemukan meninggal di taman dan diperkirakan pria tersebut minum alkohol, duduk di bangku, dan tertidur. Saat ditemukan dirinya dalam posisi Kepalanya jatuh ke dada dan kerah kaku yang dipakainya menghambat aliran darah.

  1. Hobble skirt/Rok sempit (1910)
BACA JUGA  Bahaya! Samsung Galaxy A20e Meledak, Bagaimana Nasibnya?
Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Mode kali ini berlaku untuk kaum wanita ditahun 1910 an. Mereka diperkenalkan dengan fashion berupa rok yang sangat sempit ketika digunakan. Mode fashion ini pada waktu itu dipopulerkan oleh designer Paul Poiret, adalah jenis rok panjang yang menyempit di bagian mata kaki dan kadang ada ikatan di bawah lutut.

Namanya sendiri adalah Hobble = Pincang, maka dengan mengenakan rock ini membuat membuat pemakainya terpincang-pincang dengan langkah-langkah kecil saat berjalan.

  1. Foot Binding/Pengikat kaki (1912)
Sumber : Ilustrasi/SINDOnews

Yang terakhir ini merupakan jenis fashion yang sangat mengerikan. Karena sangat menyiksa kaki anda yang melakukannya. Para perempuan biasa menekuk tulang-tulang kaki mereka agar pas dengan sepatu Lotus tradisional yang panjangnya sekitar 4 inci. Mode ini berlangsung di China sejak Dinasti Song hingga 1912. Dan mereka mulai menggunakan sepatu ini semenjak usia mereka 5 hingga 9 tahun. Namun pada akhirnya mode ini telah dilarang, karena sangat menyiksa dan membahayakan kaki.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close