fbpx
Uncategorized

NASA Rilis Detail Es di Satelit Jupiter dan Luncurkan Robot Penjelajah Es

Berdasarkan informasi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi merilis foto baru dari satelit Planet Jupiter yakni Europa. Melalui pesawat ruang angkasa Galileo yang melakukan penelitian pada tahun 1995-2003 menghasilkan sejumlah foto Europa. Pada misi Galileo tersebut, sejumlah foto Europa berhasil didapatkan meski dalam bentuk hitam-putih.

“Kami hanya melihat sebagian kecil dari permukaan Europa pada resolusi ini,” kata Cynthia Phillips, seorang ahli geologi planet di Jet Propulsion Laboratory NASA sekaligus ilmuwan yang bekerja mempersiapkan misi Europa Clipper.

Dilansir dari laman Space, Selasa (5/52020), gambar itu ternyata juga hanya menampilkan sebagian kecil Europa hanya selebar 460 meter. Meskipun demikian, dari gambar hitam-putih tersebut berhasil mendapatkan cukup banyak informasi penting. Terlebih setelah gambar itu diubah menjadi gambar berwarna.

Sumber: Republika

Salah satunya, mereka mengetahui bahwa Europa ternyata adalah satelit yang masih muda. Usainya 40 juta hingga 90 juta tahun. Sedangkan Bumi dan satelitnya, Bulan, sudah berumur sekitar 4,6 miliar tahun. Informasi lain yang didapatkan adalah soal permukaan es yang menyelimuti Europa. Ilmuwan mendapati bahwa permukaan es itu terdiri dari balok-balok es yang tak beraturan dan saling berimpitan.

BACA JUGA  Aktivis China Berspekulasi adanya Kim Jong Un Palsu

Pemberian warna pada foto lama juga memberikan ilmuan gambar lebih lengkap soal komposisi kimia satelit tersebut. Misalnya daerah berwarna putih atau biru berarti memiliki tingkat es air murni yang lebih tinggi. Sedangkan daerah yang lebih merah mengandung senyawa lain, seperti garam.

Diketahui NASA juga akan kembali meneliti Europa, pada 2023 atau 2025. Misi yang dinamakan Europa Clipper ini akan berupaya mempelajari permukaan es hingga soal hipotesis permukaan laut di bawah hamparan es di Europa.

Untuk mewujudkan misi baru ini, para ilmuwan mencoba mengumpulkan semua informasi yang mereka dapat misi sebelumnya. Yakni misi pesawat luar angkasa Galileo yang melakukan penelitian pada 1995-2003.

Selain itu, terdapat juga Robot yang dioperasikan dari jarak jauh dan dibuat memang untuk merangkak dalam laut yang berada di bawah es. Tes ini memiliki tujuan jangka panjang, yaitu mencari bukti kehidupan di bawah ‘cangkang beku’ yang tebal menutupi Europa, bulan-nya planet Jupiter.

Sumber: Wartaekonomi

Di bawah es itu, memiliki tiga kali lebih banyak zat cair daripada seluruh lautan yang ada di Bumi. Membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi untuk menciptakan robot baru setelah ini. Yang paling terdekat adalah Europa Clipper.

BACA JUGA  Kisah Calon Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19 yang Menjalani UTBK 2020

Europa Cipper dijadwalkan akan diluncurkan pada 2025 mendatang. Robot ini memang hampir berbentuk seperti anjing laut yang sedang tidur. Nantinya robot tersebut akan dikirim ke luar angkasa untuk menuju Jupiter. Jupiter dianggap sebagai planet paling ideal yang menyerupai bumi dan layak untuk ditempati.

Selebihnya, Robot tersebut juga dapat diuji cobakan melalui koneksi satelit. Robot itu merangkak perlahan tapi cakap. Terdapat pula sebuah kamera onboard yang dipasang di robot itu, memperlihatkan video suasana laut Antartika yang bahkan terlihat lebih asing daripada permukaannya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close