fbpx
CORONA UPDATELuar NegeriTeknologi

Mutasi Virus Corona Baru Kembali Ditemukan, Akankah Lebih Berbahaya?

Dalam penelitian kali ini, para ilmuwan dikejutkan dengan adanya temuan baru yang merupakan hasil mutasi virus Corona baru (Covid-19). Para peneliti menamakannya dengan strain virus D614G yang diduga 10 kali lebih cepat daripada SARS-Cov-2 alias Covid-19.

Jenis mutasi virus baru yang saat ini hanya ditemukan di New York, Italia, dan Inggris ini memiliki jumlah mahkota yang lebih menonjol empat hingga lima kali lebih banyak ketimbang Covid-19. Disebutkan oleh para peneliti bahwa banyaknya tonjolan inilah yang membuat virus lebih cepat menginfeksi sel-sel manusia. Karakter baru dari D614G ini merupakan virus yang lebih menular, tetapi juga dapat membuat virus lebih stabil dan ganas daripada Covid-19.

Selain ditemukan di tiga daerah tadi, para peneliti untuk saat ini belum mengidentifikasi mutasi virus baru tersebut di negara lainnya, sebagian dari ilmuwan berpendapat bahwa D614G ini hanya menjangkit wilayah-wilayah dengan angka kematian virus Corona terbanyak di seluruh dunia, sehingga New York, Italia, dan Inggris masuk dalam kategori ini.

BACA JUGA  Tie Dye di Prediksi Jadi Trend Booming Saat Pandemi

Pada lain kesempatan yang sama tentang adanya mutasi baru tersebut yakni D614G, para peneliti di Scripps Research menemukan bahwa Covid-19 yang telah bermutasi akan membuat virus lebih mudah menempel pada reseptor.

“Ya, (penelitian) itu masuk akal. Penelitian ini sangat berkualitas karena sekarang kita mengetahui bahwa virus telah bermutasi dan meluas dengan lebih cepat,” jelas ahli virus di University of Reading di Inggris, Profesor Ian Jones, sebagaimana dikutip dari Suara, Senin (15/6/2020).

Dalam studi tersebut, berbagai jenis virus Corona yang telah diidentifikasi berdasarkan tanda genetik pasien di seluruh dunia diisolasikan oleh para ilmuwan. Setelah itu, mereka menempatkan masing-masing sampel untuk diuji seberapa agresif dari masing-masing strain menyerang sel manusia, mereka mengujinya di dalam semacam wadah mikroskopis.

Dalam penelitian tersebut, salah satu strain yang dikenal dengan D614G merupakan gen yang bermutasi, sehingga membuatnya mendapatkan lebih banyak protein yang mengakibatkan lebih cepat menempel pada sel manusia.

“Virus yang sudah bermutasi ini jauh lebih menular daripada virus yang tidak memiliki mutasi dalam sistem kultur sel yang kami gunakan,” ujar ahli virus, Dr Hyeryun Choe, PhD, penulis senior pada penelitian ini.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close