fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Menlu Retno Marsudi Gagalkan Rencana Jahat Israel

Menlu Retno Marsudi Gagalkan Rencana Jahat Israel

Di tengah pandemi saat ini Pemerintah Indonesia kembali membuka pembahasan isu Palestina ke forum dunia dan  meminta Israel menghentikan rencana menganeksasi atau mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat.

Menlu Retno Marsudi telah menyampaikan dengan tegas sikap Indonesia dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berlangsung secara virtual pada Rabu (27/5/2020).

Beberapa hari terakhir, ia juga telah menghubungi Sekretaris Jenderal PBB yakni António Guterres, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, dan sejumlah menteri luar negeri dari anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), Gerakan Non-Blok, Uni Eropa, serta organisasi dan lembaga internasional lainnya.

Retno menjelaskan bahwa dalam surat yang ia kirim menyebutkan bahwa adanya aneksasi bukan hanya mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan,namun juga akan berdampka ancaman bagi seluruh upaya menemukan penyelesaian terhadap isu Palestina.

Maka dari itu, ia mendorong komunitas internasional untuk bekerja sama menegakkan komitmen terhadap hukum internasional dan perjanjian yang telah disepakati bersama. Sementara itu, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Rabu malam, Retno menekankan lembaga tersebut punya kewajiban memulihkan kembali hak Palestina terhadap wilayahnya sesuai dengan tapal batas 1967.

BACA JUGA  Inilah Fakta Jasad ABK WNI yang dilarung di Laut oleh Kapal China.

Tapal Batas 1967, kerap dikenal dengan 1967 Borders atau Green Line, merupakan garis batas yang ditetapkan saat gencatan senjata sebelum Israel mengadakan serangan selama enam hari ke daerah-daerah yang dihuni oleh rakyat Palestina, termasuk di antaranya di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Menlu Retno menyampaikan ia juga mengangkat isu Palestina saat menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo, Rabu.

Retno kembali menekankan kembali bahwa posisi Indonesia terkait masalah Palestina tidak akan berubah. Menlu tersebut sangat berharap pada kepemimpinan AS untuk mencegah Israel menjalankan rencananya meneruskan aneksasi di Tepi Barat. Begitu ujaran Retno dalam menyampaikan isi percakapannya dengan Mike Pompeo, panggilan populer menteri luar negeri AS.

Saat ini Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, berencana mengambil paksa seluruh wilayah Tepi Barat pada 1 Juli 2020. Rencana itu mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, tetapi ditentang oleh Palestina serta sebagian besar negara di Eropa dan Asia.

About dewi

Check Also

Inilah Cara Membedakan Emas Asli Atau Palsu

Emas merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi sebagian orang.  Bagi sebagian kalangan, emas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *