fbpx
Gaya HidupKesehatan

Mengenal Pinjal, Viral Jenis Kutu Kucing yang Katanya Merenggut Nyawa Bayi di Sragen ( WAJIB TAHU )

Tsamara Khumaira Mariba yang merupakan nama seorang bayi dari Sragen yang dikabarkan meninggal dunia dikarenakan setelah digigit Kutu Kucing. Sebelumnya pergelangan tangannya nyaris diamputasi akibat tumor yang disebabkann digigit kutu kucing. Dan pada akhirnya kondisi fisiknya terus menurun dan menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (28/5/2020).

Lalu jenis kutu kucing apakah yang dimaksudkan ini? Banyak kabar berita yang mengatakan bahwa jenis kutu tersebut bernama “ Pinjal “.Pinjal kucing sendiri memiliki nama latin yaitu Ctenocephalides felis, merupakan spesies yang mudah ditemukan pada hewan-hewan liar seperti kucing, anjing, dan lainnya yang pada dasarnya tidak terpelihara dengan baik alias liar. Melihat kasus balita di atas, pinjal kucing juga menjadi ancaman berbahaya yang tidak banyak disadari. Oleh karena itu berikut penjelasannya mengenai kutu Pinjal.

Ciri-Ciri Fisik Dari Pinjal

Pinjal merupakan jenis kutu yang mampu tumbuh hingga panjang 1 sampai 3 milimeter saat berusia dewasa. Dan untuk bentuk tubuhnya pipih vertikal dan berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kehitaman. Pada bagian Kaki belakangnya yang cukup kuat, dengan kakinya tersebut membuat hewan parasit itu melompat dan bergerak cepat di sela-sela bulu.

BACA JUGA  Jangan Buang Kulit Buah Ini! Ternyata Banyak Manfaatnya, Simak Penjelasannya Berikut Ini
foto : line today

Pinjal Mampu Berkembang Biak Dengan Cepat

Ketika pinjal saat berkembangbiak dan menetaskan telurnya cenderung tidak terkontrol. Bisa didapati satu pinjal betina mampu mengeluarkan hingga 2000 telur. Untuk proses pertumbuhannya yakni dari telur kemudian menjadi larva, pupa, dan dewasa. Dan pada fase pertumbuhan terakhir inilah pinjal sudah bisa menginfeksi hewan.

Pinjal Merupakan Binatang Parasit yang Menghisap Darah Pada Binatang yang Ditumpanginya

Pinjal masuk kategori hewan parasit, pinjal hidup dengan cara menghisap darah inang yang ditumpanginya. Saat menggigit itulah, hewan kecil itu mengirimkan air liur ke dalam jaringan kulit dan menyebabkan alergi. Bahkan, pinjal juga mampu mentransmisi penyakit berbahaya seperti cacing pita (Dipylidium caninum), baik pada hewan maupun manusia.

Bahaya yang Bisa Ditimbulkan dari Kutu Pinjal

Ketika digigit oleh kutu pinjal ini akan menyebabkan alergi yang disebut sebagai flea allergy dermatitis, sehingga berpotensi mengirim bakteri Yersinia pestis yang dapat menyebabkan penyakit pes dan bakteri familia Rickettsiae lewat kotoran. Sedangkan untuk Kuman yang terakhir dapat menimbulkan Penyakit Rickettsia atau tifus.

BACA JUGA  Ingin Menurunkan Berat Badan? Konsumsi Makanan Berikut Ini, Cocok Untuk Diet

Sosoknya yang sangat kecil kadang kala membuat pemilik binatang peliharaan seperti kucing, anjing dll tidak melihatnya. Sehingga ada baiknya untuk secara rutin memandikan dan membersihkan binatang peliharaan anda. Dengan demikian tidak perlu kuatir untuk kutu-kutu seperti pinjal bisa menghuni di tubuh binatang peliharaan anda.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close