fbpx
InternetTeknologi

Mark Zuckberg Menanggapi Masalah Pemboikotan Iklan Massal di Aplikasi FaceBook

Mark Zuckberg selaku pendiri dan bos besar dari aplikai FACEBOOK mengumumkan mengenai adanya aksi boikot iklam sejumlah perusahaan besar dunia terhadap periklanan di FB karena kurang bisa menekan angka ujaran atau konten kebencian di platform mereka.

Pada sebelumnya terdapat beberapa perusahaan besar yang melakukan pemboikotan terhadap FB lantaran kurang bisa menekan angka ujaran dan konten kebencian. Salah satunya adalah perusahaan Unilever. Dengan adanya pemboikotan iklan, pihak FB mengalami penurunan saham secara  terus menerus.

Menanggai akan masalah ini, pemilik FB Mark Zuckberg mengatakan bahwa peristiwa ini akan segera berakhir. Sebelumnya informasi ini masih bersifat rahasia antara Mark Zuckberg dan karyawannya. Seorang jurnalis dari The Information berhasil mendapatkan informasi tersebut berupa rekaman, seperti yang dilansir di CNN Indonesia.

“Perkiraan saya adalah semua pengiklanan ini akan segera kembali ke platform,” kata Bos besar FB Mark Zuckberg seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia yang dikutip olehThe Guardian.  Mark juga menegaskan mengenai kebijakan periklanan tidak akan diubahnya, termasuk untuk memerangi konten  negative ujaran kebencian. “Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan kami  pada apa pun hanya karena ancaman yang hanya berdampak kecil terhadap pendapatan,” lanjutnya.

BACA JUGA  Ternyata Google Classroom Dapat Diakses Secara Offline, Ini Dia Caranya!

Seorang juru bicara pihak FB juga menegaskan mengenai sebuah informasi berupa rekaman yang dimiliki oleh jurnalis The Information  mengkonfirmasi keakuratan informasi tersebut saat kampaye ‘Stop hate for Profit’.

“Kami menangani masalah dengan sangat serius dan menghargai umpan balik dari mitra kami. Kami membuat perubahan kebijakan berdasarkan prinsip, bukan tekananpendapatan”, jelasnya. Nick Glegg selaku Kepala Urusan Global FaceBook membukat surat terbuka kepada para perusahaan iklan bahwa pihak FB bahwa mereka sedang berusaha meredakan kekhawatiran perusahaan yang sedang dianggap tidak maksimal dalam meredam konten kebencian, seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia yang dikutip dari BBC.

Aksi pemboikotan masal tersebut mengakibatkan dari pihak FB mengalami penurunan saham sebesar 8.3 persen. Selain memboikot iklan di FB, pihak perusahaan Iklan Unilever juga tidak akan mengisi iklannya di Twitter dan Instagram setidaknya sampai pada akhir tahun ini. Kebijakan keputusan tersebut imbas karena banyaknya sebuah unggahan dari pihak ketiga dari media social yang sering membahas sebuah kondisi politik yang sedang mengalami terpolarisasi dan adanya konten ujaran kebencian. Selain Unilever, terdapat perusahaan Procter & Gamble yang juga memboikot iklan sampai Julia atau sampai bulan depan. Pada Senin (29/6/2020) perusahaaan ADDDF,HPQ, dan Ford juga menambahkan daftar dalam perusahaan yang memboikot iklannya di FB.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close