fbpx
CORONA UPDATEDalam Negeri

Lebih Nyaman Dikarantina, Warga Ini Enggan Pulang

Saat ini karantina diberbagai wilayah sudah banyak dilakukan, hal ini juga dilakukan di wilayah Solo. Karantina dilakukan kepada pemudik yang bandel, namun ada saja kisah unik yang dialami oleh para pemudik di Graha Wisata Niaga maupun Ndalem Joyokusuman di Solo ini. Tidak merasa ingin segera keluar dari karantina, mereka malah merasa nyaman, bahkan ada yang berat hati saat masa karantinanya telah usai dan diperbolehkan pulang.
Hal ini dialami oleh Waridi, salah satu penghuni karantina di Ndalem Joyokusuman, ia telah dinyatakan lulus pada pada hari ini, Jumat, 1 Mei 2020, setelah menjalani karantina.
Waridi menjalani karantina setelah pulang dari Bogor, saat ia hendak pulang ke rumahnya, warga sekitar merasa khawatir terhadap Waridi lantaran Bogor masuk dalam zona merah, ia pun diantar menuju Posko Gugus Tugas Covid-19 di Graha Wisata Niaga.
Setelah menjalani proses pemeriksaan, ia diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di Ndalem Joyokusuman, salah satu tempat karantina yang disiapkan Pemkot Solo. Konon, Ndalem Joyokusuman merupakan bangunan tempat tinggal pangeran dari salah satu putra Raja Keraton Kasunanan Surakarta.
Di sana bukan rasa tidak betah yang ia alami, namun rasa nyaman yang malah ia rasakan, hal itu juga dirasakan oleh puluhan penghuni lainnya. Mereka sudah menganggap penghuni karantina sebagai keluarga baru. Tak hanya itu, para petugas yang juga setiap hari mengurusi tempat tersebut pun sudah mereka anggap saudara sendiri.
“Saat saya pamit untuk pulang karena masa karantina sudah selesai, teman-teman bilang agar minta diperpanjang lagi karena di sini lebih nyaman,” ujar Waridi ketika ditemui Liputan6.com sebelum diantar pulang menuju kediamannya pada Jumat, (1/5).
Waridi menceritakan masa menjalani karantinanya yang nyaman itu, yang tidak sama dengan yang ia bayangkan, “Kalau pagi itu olahraga kecil seperti jalan pagi. Selain itu ada pingpong juga di sana, jadi kita bisa main untuk mengisi waktu senggang,” ucapnya.
Ia menambahkan soal kebutuhan makan sehari-harinya, “Untuk makan tidak masalah karena turah-turah (banyak tersedia). Makanya saya kalau bisa minta diperpanjang karantinanya,” candanya.
Tidak hanya Waridi, hal yang sama juga dirasakan oleh Komar, pasalnya ia belum membayangkan seperti apa saat dikarantina tersebut yang ternyata kondisinya cukup nyaman, bahkan hubungan mereka sudah seperti keluarga sendiri. “Sudah kayak saudara semua. Saat akan pulang ke rumah, teman-teman karantina sudah memuat grup WA (WhatsApp) karantina,” ujar Komar.
Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo hampir setiap hari mengantar lulusan karantina untuk kembali ke rumahnya. Hal itu ia lakukan supaya warga dapat menerima mereka dengan baik, “Kalau saya antar biar warga di sekitarnya itu percaya dan yang dikarantina merasa ada pendampingan sehingga di masayarakat tidak dikucilkan,” katanya.
Menurut Rudy, pemudik yang telah dikarantina sudah dinyatakan sehat, dan tidak terpapar oleh Covid-19. “Mereka kan sudah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan selama dikarantina. Jadi setelah karantina selesai ya saya antar pulang karena kalau tidak diantar mereka nanti meri (iri) gitu aja. Mungkin mereka merasa takut kalau nanti tidak diterima masyarakat,” ujarnya.
Adanya aturan karantina tersebut menekan jumlah pemudik yang semakin menurun, apalagi pemerintah juga telah melarang adanya kegiatan mudik.
“Ya selain adanya aturan tersebut, memang para pemudik juga takut karena kalau nekat akan dikarantina,” ucapnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close