fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanLuar NegeriViral

Lebih Baik Bungkam, Kepala Polisi AS Minta Trump Tutup Mulut Daripada Memperkeruh Demo

Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo, meminta Presiden Amerika Serikat yakni Donal Trump untuk tutup mulut jika tak memiliki pernyataan konstruktif yang dapat menenangkan keadaan dan meredam demonstrasi anti-rasisme yang belakangan terjadi dalam sepekan terakhir. Diketahui demonstrasi tersebut dipicu oleh kematian warga kulit hitam AS, George Floyd Kematian Floyd dianggap sebagai puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial yang sistematis, terutama oleh aparat terhadap warga kulit hitam dan minoritas.

“Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya katakan jika Anda tidak memiliki sesuatu yang konstruktif, lebih baik tutup mulut Anda,” kata Acevedo¬†pada Senin (1/6).
Pernyataan itu dinyatakan oleh  Acevedo ketika ditanya oleh presenter CNN, Christiane Amanpour, soal tanggapannya terhadap pernyataan Trump kepada para gubernur AS dalam menangani situasi demo. Dalam sebuah rapat telekonferensi, Trump menganggap para gubernur negara bagian AS lemah dan tak bisa mendominasi situasi dan para pengunjuk rasa.

berdasarkan bukti dari rekaman percakapan yang bocor, Trump terdengar meminta para gubernur AS untuk mendominasi keadaan dan juga para pedemo. Sebagai tanggapan dari nasihat sang presiden, Acevedo menilai pernyataan Trump itu hanya memperkeruh keadaan. Ia juga menganggap masukan presiden hanya menempatkan para pedemo, yang mayoritas merupakan warga berusia sekitar 20-30 tahunan, dalam risiko besar.

BACA JUGA  Bikin Heran Orang Korea, Inilah Perbedaan Budaya Korea Selatan Dan Indonesia

“Ini bukan soal mendominasi, ini terkait bagaimana caranya kita memenangkan hati dan pikiran mereka. Satu-satunya cara untuk menghadapi kebencian adalah dengan cinta dan engagement, bukan dominasi,” kata Acevedo.

“Jika Anda tidak punya sesuatu untuk dikatakan, lebih baik diam. Ini adalah sikap dasar dalam kepemimpinan, dan saat ini Amerika sangat membutuhkan sifat kepemimpinan itu dalam karakter seorang presiden. Kami tidak ingin orang yang tidak peduli mengendalikan situasi saat ini,” paparnya menambahkan. Demonstrasi solidaritas terhadap Floyd berlangsung di puluhan kota dan negara bagian di AS. Protes pertama kali mencuat di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd pada Senin (25/5).

Aksi solidaritas atas kematian Floyd bahkan meluas hingga negara Eropa dan Amerika latin seperti Brasil hingga Selandia Baru. Dalam sebuah rapat telekonferensi terkait penanganan unjuk rasa, Trump menganggap sebagian besar gubernur negara bagian AS dan aparat lemah dalam menindak demonstrasi yang berlangsung rusuh di beberapa wilayah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close