fbpx
CORONA UPDATEDalam NegeriGaya HidupKesehatan

Kota Semarang Berpotensi Jadi Episentrum Covid-19

Sumber: DetikNews

Santer terdengar bahwa Kota Semarang saat ini sangatlah berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Sebagai informasi, Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jateng yang tertinggi kasus Covid-19.

Mengetahui hal tersebut Wali Kota Semarang yakni Hendrar Prihadi menanggapi prediksi pemerintah soal wilayahnya yang bakal jadi episentrum baru penyebaran virus corona di Indonesia. Ia mengutarakan bahwa dengan adanya prediksi tersebut diharapkan membuat masyarakat semakin disiplin dan sadar dalam menjaga kesehatan dan kebersihan.

“Buat saya yang penting warga Semarang disiplin dalam SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan dan jaga jarak. Maka kita akan terhindar dari Covid-19 yang berkepanjangan,” ujar Hendrar di Semarang, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, Hnedrar sangatlah berharap kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kesehatan, seperti yang sudah diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dalam rangka menekan laju penyebaran virus corona.

Selama PKM berlaku, terdapat 16 posko aparat gabungan yang tersebar untuk mengingatkan warga agar tetap menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

BACA JUGA  UTBK 2020 Tahap I Berjalan dengan Lancar, Kemendikbud Beri Apresiasi

Sedangkan respons lain datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang yakni Moch Abdul Hakam yang mana tidak menampik Ibu Kota Jawa Tengah bisa jadi episentrum penyebaran Covid-19.

Ditambah lagi banyak rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 berada di Semarang. Hal ini membuat Kota Semarang menjadi lokasi berkumpul orang yang terjangkit virus corona se-Jawa Tengah.

Ganjar juga merespons bahwa hal tersebut dikarenakan tingginya kasus positif di Kota Semarang.

Ganjar mengakatakan bahwa peningkatan jumlah kasus positif di Kota Semarang memang cukup tinggi meskipun Pemkot Semarang sudah melakukan tindakan tegas dengan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

“Maka kita perlu membangun kesadaran masing-masing agar kita bisa mengerti, memahami dan disiplin,” tegas Ganjar.

Namun, apabila kebijakan PKM yang diterapkan Kota Semarang tidak ditaati dan masyarakat tetap tidak disiplin, bukan tidak mungkin kebijakan PSBB akan diambil nantinya.

Terkahir kali, Kota Semarang sedang gencar-gencarnya dalam melaksanakan kegiatan Non PSBB yakni Jogo Tonggo. Hal ini dilakukan dalam maksud, agar kegiatan dagang atau perekonomian masyarakat tetap terus berputar.

BACA JUGA  TERUPDATE : Inilah Jadwal Cuti & Libur Lebaran 2020 Kembali Berubah, Jangan Sampai Salah Tanggal!

Menanggapi hal tersebut, memang seluruh jajaran masyarakat haruslah disiplin atas keputusan yang diambil Pemerintah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close