fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Kontroversi May Day di Tengah Covid-19

Kontroversi May Day di Tengah Covid-19

Sumber: Dara.co.id

May Day dipastikan akan tetap digelar pada 1 Mei mendatang di depan Gedung DPR dan Kementrian Perekonomian. Hal tersebut sudah di setujui oleh Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI)

Faktanya, Polda Metro Jaya juga telah melarang rencana aksi buruh tersebut karena pandemi virus corona yang belum mereda dan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang diterapkan di Jakarta dan sekitarnya.

“Iya pertama KSPI tetap akan melaksanakan aksi unjuk rasa ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan berkenaan dengan aksi itu. Ini bukan hanya KSPI kami gabungan MPBI ada SPSI dan target awal 50 ribu (massa) akan turun di DKI di DPR dan Kementerian Perekonomian dan 24 provinsi lain,” kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar Cahyono saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).

Kahar menuturkan bahwa alasan Polda Metro melarang adanya aksi buruh jelang May Day itu sangatlah tidak tepat. Pasalnya, kenyataannya, banyak perusahaan yang tidak mematuhi aturan PSBB dan masih mempekerjakan buruh ditengah pandemic Covid-19.

BACA JUGA  Cara Mengisi Sensus Penduduk Secara Online di Website sensus.bps.go.id, Segera Lakukan Sebelum Terlambat!

Jika dengan alasan aksi dilarang karena berkerumun, Kahar juga ingin mengingatkan kepada pemerintah dan aparat di tempat-tempat kerja, buruh yang masih berkerumun. Aksi ini merupakan kritik kami terkait pandemi corona yang masih membiarkan buruh-buruh bekerja bahkan di tempat PSBB di DKI, Bekasi, dan Tangerang masih berjalan.

Dalam aksi tersebut, Kahar mengatakan ada tiga poin tuntutan yakni menolak RUU Omnibus Law,yakni:

  1. Meminta untuk memberhentikan PHK kepada buruh,
  2. Meliburkan buruh
  3. Memberikan upah secara tetap ditambah THR

“Tuntutan kita yang tiga point kemarin, jadi kita hanya itu, pokoknya kita hentikan aksi kalau ada jaminan Omnibus Cipta Kerja tidak dibahas disaat pandemi seperti ini. Kami ingin melihat adil, karena ada kesan kami dikorbankan dengan diminta tetap bekerja padahal ini kan masa PSBB termasuk perusahaan bukan bagian vital,” tegas Kahar.

Lebih lanjutnya, Kahar juga mengatakan saat aksi nanti, pihaknya juga tetap akan mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Seperti menjaga jarak hingga menggunakan masker.

Diketahui aksi mulai sekitar pukul 10.00 WIB, diharapkan sebelum tanggal 30 April nanti pemerintah dan DPR terbuka segera hentikan pembahasan RUU Cipta Kerja. Dalam aksi May Day nanti dipastikan akan menaati protokol pencegahan COVID-19, kami jaga jarak, pakai masker dan dilengkapi hand sanitizer.

About dewi

Check Also

Tidak Diketahui Oleh Banyak Pelanggan Tri, Ternyata Inilah Fungsi Dari Poin Bonstri

BonsTri merupakan sebuah program atau even yang mengandalkan sebuah poin yang dikumpulkan dari provider atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *