fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Konflik Kian Memanas, AS akan Usir Mahasiswa China

Konflik Kian Memanas, AS akan Usir Mahasiswa China

Tak lama lagi Pemerintahan  Presiden Donal Trump akan segera mengusir ribuan mahasiswa pascasarjana yang berasal dari China yang studi di berbagai univeritas. Langkah ini menjadi indikasi terbaru bahwa konflik kedua negara semakin memanas. Washington dan Beijing terus berseteru atas berbagai masalah, mulai dari perang dagang, pandemi virus corona baru (Covid-19), hak asasi manusia, dan status Hong Kong.

Selain bersiap mengusir ribuan mahasiswa China, pemerintah Trump juga berencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat Beijing. Presiden Donald Trump mengatakan dia akan membuat pengumuman tentang China pada hari Jumat waktu Washington. Seorang pejabat administrasi Trump mengatakan presiden sedang mempertimbangkan proposal yang sudah berumur berbulan-bulan untuk mencabut visa pelajar yang berafiliasi dengan lembaga pendidikan di China yang terkait dengan Tentara Pembebasan Rakyat atau pun intelijen China.

Sedangkan sanksi yang disiapkan akan menargetkan para pejabat Beijing yang bertanggung jawab atas pemberlakukan Undang-Undang Keamanan di Hong Kong. Sanksi itu terkait dengan perjalanan dan keuangan. Meskipun pengusiran mahasiswa tidak secara langsung terkait dengan masalah Hong Kong dan langkah China untuk menegaskan kontrol penuh atas bekas wilayah jajahan Inggris tersebut, potensi sanksi terhadap pejabat yang terlibat dalam upaya itu akan menjadi hasil dari tekad Menteri Luar Neger yakni Michael Pompeo bahwa Hong Kong tidak lagi dapat dianggap wilayah otonom dari daratan China.

BACA JUGA  Ngeri, Ilmuan Temuka Ledakan Besar di Luar Angkasa

Pertimbangan serius dari proposal pencabutan visa telah menghadapi perlawanan dari universitas-universitas AS dan organisasi ilmiah yang bergantung pada biaya sekolah yang dibayarkan oleh mahasiswa China untuk mengimbangi biaya lainnya. Lembaga-lembaga itu juga takut akan kemungkinan tindakan balasan dari Beijing yang dapat membatasi akses mahasiswa dan pendidik AS di China.

Jika situasinya terbalik dan negara lain memberlakukan batasan pada mahasiswa dari AS yang menerima dana Departemen Pertahanan, Spreitzer mencatat hal itu akan memengaruhi berbagai universitas. Untuk saat ini AS menampung 133.396 mahasiswa pascasarjana dari Cina pada tahun akademik 2018-2019, dan mereka merupakan 36,1 persen dari semua mahasiswa pascasarjana internasional. Itu merupakan data Institute of International Education.

Secara keseluruhan, ada 369.548 siswa dari China atau 33,7 persen dari total mahasiswa internasional dan menyumbang hampir USD15 miliar untuk ekonomi AS pada 2018.

About dewi

Check Also

8 Pensil Warna Terbaik untuk Anak & Profesional, Rekomendasi Terbaru 2020

Mewarnai adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai oleh anak anak. Selain itu, ternyata mewarnai juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *