fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Kemenag Memberi Kebijakan Keringanan UKT Kepada Mahasiswa PTKIN

Kemenag Memberi Kebijakan Keringanan UKT Kepada Mahasiswa PTKIN

Kementrian Agama telah resmi memberikan keringanan terhadap mahasiswa terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) yang perekonomian mereka terdampak karena adanya wabah Covid-19. Hal itu diputuskan oleh Menteri Agama, Fachrul Razi setelah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) yang berdampak perekonomian karena wabah Covid-19 yang sudah ditanda tangani oleh Menteri Agama pada 12 Juni 2020 yang lalu.

Plt Drijen Pendidikan Islam Kementrian Agama Kamaruddin mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan respon terhadap banyaknya Mahasiswa PTKIN yang berdampak akibat Covid-19. Dampak tersebut mengakibatkan melambatnya penurunan kemampuan ekonomi yang dialami oleh mahasiswa dan orang tuanya, atau juga pihak lainya yang membiayai akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang melemah karena Covid-19.

“KMA juga terbit untuk meringankan beban mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai dan untuk memastikan kelancaran pembayaran UKT. Dengan begitu diharapkan keringanan ini dapat meminimalisir angka putus kuliah mahasiswa pada PTKIN,” Kata Kamaruddin.

BACA JUGA  Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Resmi PSBB

Ada tiga skema dalam keringanan pembayaran UKT yang diberikan kepada Mahasiswa  yang di jelaskan oleh Kamaruddin, diantaranya adalah pengurangan UKT, perpaanjangan waktu pembayaran UKT, dan angsuran pembayaran UKT bagi mahasiswa pada PTKIN yang menerapkan tentang pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU).

“Penetapan Keringanan UKT berlaku untuk semester gasal tahun Akademik 2020/2021 dan dilakukannya evaluasi sesuei dengan yang dibutuhkan,”. Pernyataan yang ada di dalam surat Keputusan Menag. Kata kamaruddin, keringanan UKT itu dapat diberikan kepada Mahasiswa sepanjang mahasiswa bisa menunjukkan bukti keterangan yang sah terhadap status dari orang tua atau wali Mahasiswa.

Kriteria yang dimaksud antara lain Orang tua Mahasiswa meninggal dunia, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), mengalami kerugian usaha atau dinyatakan pailit, dan menurunka pendapatan secara signifikat. “Permohonan keringanan UKT dilaksanakan sistim dalam jaringan (Daring) atau luar jaringan (Luring). Penetapan keringanan UKT berlaku untuk semester gasal tahun Akademik 2020/2021, dan akan dilakukan evaluasi dan pemantauan sesuei dengan kebutuhan,” Jelas Kamaruddin.

BACA JUGA  Tidak Tinggal Diam, 8 Perusahaan Otomotif Ini Berikan Bantuan Ditengah Wabah Covid-19

Keputusan tersebut juga memberikan mandat kepada Rektor/Ketua PTKIN untuk menetapkan mekanisme pelaksanaan keringanan UKT sendiri. Rektor juga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga guna membantu pembiayaan UKT Mahasiswa.

About Rizki

Check Also

Tidak diketahui oleh banyak pelanggan Tri, Ternyata ini Fungsi dari poin bonstri (part 2)

Bonstri adalah sebuah even yang diluncurkan oleh perusahaan kartu orabayar Tri. Mereka membuat even ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *