fbpx
InternetLuar NegeriStreamingTeknologi

Kekecewaan Para Penggerak Aksi Boikot Facebook Usai Bertemu dengan Zuckerberg, Mengapa?

Belakangan ini dikabarkan kelompok hak-hak sipil dan aktivis yang diketahui menggerakkan aksi boikot iklan pada Facebook bertemu dengan Mark Zuckerberg pada Selasa kemarin. Namun pertemuan tersebut dikatakan tidak membuat situasi menjadi lebih baik, malah berujung kekecewaan.

Pasalnya kelompok aktivis media dan salah satu penyelenggara kampanye #StopHateForProfit menganggap bahwa Facebook belum serius dalam menanggapi seruan boikot Facebook. Diketahui bahwa pertemuan tersebut dilakukan melalui zoom yang berlangsung selama lebih dari 1 jam, pertemuan tersebut dihadiri oleh bos Fb zackerberg, COO Sherly Sandberg, Chief Product Officer Chris Cox, serta anggota tim kebijakan Facebook.

Co-CEO Free Press, Jessica Gonzalez mengatakan bahwa Facebook menyampaikan point pembicaraan lama dalam mencoba menenangkan kami tanpa memenuhi tuntutan kami. Hal itu tentu ia anggap sebagai tidak lebih dari latihan PR.

Juru bicara Facebook Andy Stone menjelaskan bahwa mereka telah menetapkan kebijakan baru yang menghapus lebih dari 200 organisasi supremasi kulit putih dari platform mereka. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan usaha mereka untuk mengurangi kebencian di platformnya. Mereka ingin Facebook bebas dari kebencian.

BACA JUGA  Ditengah Covid-19, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Malah Meningkat?

Diantara para pengiklan yang mengikuti kampanye atas penanganan jejaring sosial tentang ujaran kebencian dan informasi yang sesat adalah The North Face, Pfizer (PFE) dan Levi Strauss (LEVI). Mereka melakukan protes dan telah bersumpah menarik iklan mereka dari Facebook dan Instagram setidaknya pada bulan Juli ini.

Tuntutan perubahan yang harus dilakukan oleh Facebook yang diminta oleh para pembeli chord berisikan bahwa Facebook harus menjelaskan bagaimana mereka beroperasi, apa saja ikan yang dibolehkan berjalan di platform, sampai susunan tim kepemimpinan dan kebijakan moderasi kontennya.

Pihak penyelenggara ingin Facebook berjanji melakukan audit kebencian dan informasi yang independen dan teratur yakni dengan menyingkirkan kelompok-kelompok publik dan swasta yang berfokus pada kebencian atau konspirasi kekerasan serta memberikan pelatihan anti bias yang berkaitan dengan kebencian dalam 90 hari kedepan. Mereka juga ingin Facebook melarang ikan politik dengan kebohongan secara terang-terangan.

Panitia juga mengatakan bahwa mereka memiliki 10 tuntutan dan tidak mendapatkan hasil yang jelas. Bahkan banyak organisasi yang menyatakan kekecewaannya pada Facebook.

BACA JUGA  Daftar Aplikasi Edukasi untuk Anak Terbaik & Terpopuler di Masa Pandemi Corona

Atas hal tersebut, Sandberg mengunggah postingannya ke Facebook pada Selasa pagi yang mengatakan bahwa perusahaan akan merilis laporan akhir dalam audit hak sipil selama 2 tahun dari perusahaan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close