fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Kebijakan Pemberlakuan Ganjil Genap di DKI Jakarta Akan di Putuskan Oleh Gubernur

Kebijakan Pemberlakuan Ganjil Genap di DKI Jakarta Akan di Putuskan Oleh Gubernur

Dengan adanya kebijakan penerapa Ganjil Genap sepeda motor pada masa Transisi belum diterapak hingga saat ini masih menjadi evaluasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Syafrin Liputo selaku Kadishub DKI Jakarta mengatakan bahwa da perubahan dinamika mobilitas warga Jakarta saat masa PSBB Transisi.

“Masih kita evaluasi, karena dalam masa transisi ini, terjadi dinamika pergerakan mobilitas orang itu demikian terjadi perubahan signifikat, dan ini tentu kita evaluasi,” kata Safrin, Sabtu (20/06/20200. Keputusan untuk lebih lanjut diterapkan atau tidaknya akan ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sebelumnya sudah  dilaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 ,

“Peraturan ganjil genap di Pergub 51 Tahun 2020 itu, pelaksanaanya tentu setelah dilakukan evaluasi kondisi lalu lintas dan angkutan umum di Jakarta selama pelaksanaan PSBB masa transisi ini. Jadi kami setiap hari melakukan evaluasi, lalu hasil evaluasi mingguan itu kami laporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan menetapkan bahwa ganjil genap misalnya diaktivitas itu dengan keputusan gubernur,” kata Syafrin.

BACA JUGA  VIRAL, Media Sosia China di Hebohkan dengan Influencer yang Beberkan Efek Filter Jahat pada Foto

Belum adanya kepastian kapan akan akhir evaluasi dari wacana kebijakkan ganjil genap yang akan di berlakukan di DKI Jakarta untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. Karena evaluasi yang digunakan di lapangan mengalami perubahan yang tidak sama setiap harinya, jadi untuk menetapkan kapan selesainya evaluasi juga sulit. Selama Gubernur belum memberi keputusan mengenai ganjil genap ini, maka pengendara sepeda roda dua masih bebas berlalu linta di jalanan Ibu Kota, kata Syafrin.

“jadi selama belum ditetaokan keputusan Gubernur untuk Ganjil Genap, selama itu pula belum diadakan, karena itu pula ganjil genap di tiadakan. Jadi selama belum ada keputusan dari Gubernur terkait implementasi ganjil genap, maka selama itu ganjil genap ditiaddakan,” Jelasnya.

Pemprov DKI Jakartasebelumnya berencana melakukan ganjil genap pada masa transisi dan diterapkan pada pengendara roda dua. Namun ada yang berpendapat bahwa kebujakan ini dinilai tidak efisien kepada masyarakat yang berada di kalangan menengah kebawah.

Salah satunya adalah Rendi (45), warga Jakarta yang beraktivitas dengan satu motor, menungkapkan isi hatinya, ia meminta untuk tidak menerapkan kebijakan ganjil genap di Jakarta karena tidak mewakili dirinya sebagai masyarakat yang berada di kalangan menengah kebawah.

BACA JUGA  Kata Satpol PP DKI Jakarta Mengenai Kerumunan Yang Terjadi di CFD

“Kalau motor mah jangan kasihan sama kelas bawah, apalagi yang motorkan ngojek nyewa yak an, itu doing motornya, apalagi yang punya motor satu gitu juga yakan say amah, kalau bisa jangan buat peraturan begini,” Kata Rendi saat diwawancara oleh wartawan  seperti yang dilansir oleh detik.com.

About Rizki

Check Also

Kabar Baik! Pemerintah Siapkan Kuota Internet Gratis untuk Pembelajaran Daring

Para provider berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik bagi para pelanggannya, seperti Tri yang juga menggunakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *