fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Kebijakan Baru Dari BUMN.

Kebijakan Baru Dari BUMN.

Arya Sinulingga Selaku Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa banyak BUMN yang keberadaanya masih ada namun tidak dipergunakan lagi untuk publik. Ada BUMN yang tidak tahu dimana lokasinya, seperti PT Iglas.

“Ada sebuah BUMN yang sudah nggak ada untungnya lagi, abis itu nggk berguna lagi untuk public. Saya kasih contoh Merpati , sampai hariini masih ada karena kita memang enggak bisa bubarkan, sama halnya dengan Iglas, itu tak tahu dimana kantornya.’ Kata Arya saat menjelaskan melalui telekonferensi. Pada Jumat 5 Juni 2020.

Arya juga menjelaskan, sebenarnya pihak dari BUMN ingin memangkas BUMN yang sudah tidak beroprasi dan tidak menguntungkan. Tetapi Menteri BUMN Erick Thohir belum mempunyai kewenangan untuk pemberlakuan kebijakan tersebut.

“Kita sepakat yang namanya BUMN sudah nggk sehat, nggk guna lagi unytuk bangun bangsa ini harusnya memang dipotong. Makanya Bang Nasril (Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN) kasih kewenangan ke kami, ke Pak Menteri untuk membubarkan. Jadi Menteri BUMN ini nggk bisa membubarkan ataupun menghapus BUMN nya.” Kata Erick.

BACA JUGA  Membawa Koneksi Internet di Indonesia Lebih Cepat, Ini Dia Proyek dari Facebook Connectivity

Erick Thohir sedang menunggu keputusan dan restu dari Presiden Jokowi terkait BUMN yang sudah tidak beroprasi dan tidak dibutuhkan lagi.

Arya mengungkapkan, saat ini Erick sedang menunggu keputusan wewenang hokum untuk membubarkan BUMN yang sudah tidak beroprasi lagi dan yang tidak menguntungkan lagi. BUMN seperti ini mereka sebut dengan BUMN hantu, karena keberadaanya ada namun tidak diketahui dimana lokasinya dan tidak menguntungkan bagi publik.

“Sekarang kita minta supaya ada kewenangan tambahan yang dipegang oleh Pak Menteri BUMN khususnya supaya perusahaan-perusahaan yang tidak bisa dipertahankan itu, bisa dibubarkan oleh Menteri BUMN. Kalau itukan membuat kita lebih lega.’ Kata Arya saat setelah selesai mendampingi Erick mengunjungi Posko Masak Satgas Covid-19, Sabtu(6/6/2020)

Arya mengatakan tentang kebijakan wewenang tersebut bisa berbentuk sebuah Peraturan Presiden (PerPres). Adapun kewenangan yang diberikan kepada Erick, saat ini baru terkait kewenangan mengenai menggabungkan atau merger BUMN.

“KePres kan masih merger, nanti kita lihat. Makanya mudah-mudahan kalau diberi kewenangan kita bisa melakukan itu. Baik merger, bubarin atau apa (Tentang kebijakan kewenangan) PerPres mungkin ya” Kata Arya.

BACA JUGA  Wow, Profesor di Sumatera Selatan Temukan Anti Virus Covid-19

Menurut Arya masih banyak lagi BUMN yang sudah tidak beroprasi lagi, bukan hanya PT Iglas saja. Ada juga BUMN lain, yaitu PT Merpati Nusantara Airlines/MNA.

“Anda tahu Merpati? Masih terbang nggk? Nggk. Tapi masih ada Perusahaanya. Masih terbang nggk? Kalau soal pesawat ada, kalau nggk terbang kan nggk ada oprasi, tapi masih ada Merpati.” Lanjut dari Penjelasanya.

About Rizki

Check Also

8 Tanaman Janda Bolong Jenis Terbaik, Asli & Termahal – Terbaru 2020

Tanaman hias merupakan sebuah tanaman yang sering dijadikan hiasan di dalam rumah maupun di luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *