fbpx
CORONA UPDATEViral

Kabar gembira! Kini Virus Covid-19 tak Lagi Ganas, Dari Harimau Menjadi Kucing

Virus corona yang sampai saat ini belum diketahi vaksin sebagai penyembuhnya. Seriring pergantian waktu, virus Covid-19 mulai menunjukkan rekasinya terhadap daya tahan tubuh manusia. Para peneliti yang semula menyebut virus ini sebagai harimau yang ganas karena dapat membutuh yang terinfeksi, kini sudah bermutasi dan menurun, diistilahkan dengan kucing liar. Dalam baru baru ini, virus corona dapat mati sendiri tanpa menggunakan vaksin.

Profesor Matteto Basseti seorang Kepala Klinik Penyakit Menular Rumah Sakit Policilino San Martino, Italia mengungkapkan bahwa Virus Corona kehilangan kekuatanya dan keganasanya sejak Mei bulan lalu dan dimana pasien yang sebelumnya sekarat akan virus ini menjadi sembuh.”Turunya kasusu virus corona bisa berarti vaksin tak lagi diperlukan karena virus mungkin tak pernah kembali lagi,” Kata Matteto seperti yang dikutip oleh The Telegraph dan dilansir di Liputan6.com. Senin (22/06/2020).

Tanggapan dari Matteto mjuuncul setelah terjadinya kesepakatan Menteri Kesehatan yang telah dicapai antara perusahaan farmasi AstaZeneca dan Universitas Oxfrod untuk memulai membuah sebuah vaksin potensial untuk mengobati pasien dan sebagai penangkal Virus Covid-19.

BACA JUGA  Penelitian Mengungkapkan Wanita Rentan Kehilangan Indra Penciuman Akibat Covid-19 Pada Usia 30-40 Tahun

Kata Matteto tentangmenurunya keganasan virus sudah tidak sama dengan yang sebelumnya menyebar. “Kesan klinis yang saya temui, tingkat keganasan virus ini berubah,” kata dia. Matteto juga mengatakan tentang pada bulan Maret dan awal April bulan lalu, ada pasien yang dibawa ke UGD karenga mengalami sakit yang parah dimana para pasien membutuhkan oksgen dan alat bantu pernapasan (ventilator) da nada juga pasien yang mengalami pneumonia.

“Sekarang dalam empat pekan terakhir, gambarannya benar-benar berubah dalam hal pola. Mungkin ada kandungan virus yang lebih rendah di saluran pernapasan, mungkin karena mutasi genetic pada virus yang belum ditunjukkan secara ilmiah. Juga kami sekarang lebih sadar akan penyakit ini dan mampu mengatasinya,” katanya.

“Ituseperti halnya harimau yang ganas pada bulan Maret dan April yang lalu, tetapi sekarang seperti kucing liar, bahkan pasien yang lanjut usia berusia 80 atau90 tahun, sekarang mereka duduk di tempat tidur dan mereka bernapas tanpa bantuan. Pasien yang sama akan mati dalam dua atau tiga hari sebelumnya,” kata Matteto. Virus bermutasi karena sisitim kekebalan tubuh manusia meningkat dan berekasi terhadap virus ini yang lebih rendah saat adanya kebijakan dan penerapan lockdown, memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menerapkan jaga jarak mengurangi kontak fisik secara langsung,

BACA JUGA  Enggan Tuk Isolasi Mandiri, 2 Warga di Kunci di Rumah Angker

“Ya mungkin itu bisa hilang sama sekali tanpa vaksin. Kami memiliki lebih sedikit dan lebih sedikit orang yang terinfeksi dan akhirnya mati,” kata dia. Sementara seorang ahli dari Inggris Dr Bharat Pankhania seorang dosen klinis senior di Falkultas Kedokteran Universitas Exeter mengatakan bahwa virus covid tidak akan mati secepat itu. Dan juga itu sudah tidak akan terjadi ketika sudah tidak ada orang yang menginfeksi orang lain atau sumber dari penularan virus sudah tidak ada. Perlu waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar hilang.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close