fbpx
Dalam NegeriMobil & MotorTravel

Kabar Baik, Pemerintah Selamatkan Layanan Transportasi Umum!

Sumber: FaktualNews.co

Pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk mudik kepada warga masyarakat, mengingat wabah yang terjadi di negara kita, banyak polisi yang berjaga untuk menghadang warga yang berupaya untuk mudik. Hal ini tentu sangat merugikan beragam sektor industri, khususnya bagi perusahaan otobus (PO) atau pengusaha angkutan. Kondisi dimana seharusnya banyak pengguna transportasi umum yang memakai jasa mereka untuk mudik, namun tahun ini mereka harus rela untuk melewatkan momen tersebut.
Kali ini dikabarkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema relaksasi yang lebih menyasar para pengusaha transportasi sebagai inisiatif mereka. Diketahui sebelumnya, bahwa pemerintah telah membuat aturan pemberian restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak Covid-19 bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun para pengusaha angkutan umum merasa bahwa aturan tersebut belumlah dirasakan manfaatnya di berbagai daerah.
Pada hari Minggu (26/4/2020), Institut Studi Transportasi (Instran) menggelar diskusi daring ‘Menyelamatkan Layanan Transportasi Umum dari Dampak Covid-19′. Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Pratowo, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan bantuan bagi para pelaku usaha transportasi. “Minggu depan akan terbit aturan menteri yang baru 18 sektor itu akan diberikan insentif berupa Pasal 21 ditanggung pemerintah, Pasal 22 dan Pasal 25. Sektor transportasi masuk di sini dan ini akan menjangkau sektor paling terdampak,” ujar Yustinus dalam konferensi video tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa mulai April ini, perusahaan yang terbentuk badan usaha dapat mengajukan pajak lebih rendah dengan tarif baru 22 persen.
Ditambah apabila proyeksi bisnisnya turun dalam 3 bulan pertama, bisa mengajukan pengurangan angsuran lebih besar lagi dengan melampirkan proyeksi sampai setahun kedepan. Ia juga menambahkan lagi, bahwa pemerintah saat ini sedang fokus untuk mengerjakan bantuan pembiayaan dengan 2 skema. Yang pertama, relaksasi kredit bagi debitur menengah dan besar. yang kedua, membantu Industri Transportasi untuk bertahan lebih lama lagi ditengah pandemi ini.
“Pemerintah bakal siapkan cost sharing dan resharing dengan bank, terutama debitur yang lancar pelunasannya. Bukan apa-apa, kami menghindari debitur yang tidak kooperatif saat ini,” ujar Yustinus. “ harus diakui hanya perbankan dan jasa keuangan yang punya data itu, diharapkan mereka yang kredit di atas Rp 10 miliar sampai Rp 100 miliar bisa dihubungi. Kami pastikan baik dan segmen kecil menengah maupun besar tetap mendapat bantuan agar bisa survive,” ucapnya.
Jadi tidak perlu terlalu khawatir, karena pemerintah telah memberikan solusi kepada masyarakat, terutama kepada pengusaha transportasi umum. Tinggal menunggu waktu untuk pelaksanaan dari solusi pemerintah tersebut.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close