fbpx
Dalam NegeriGaya HidupInternetTeknologi

Ini Dia Solusi dari Kemendikbud Mengenai Borosnya Kuota Pembelajaran Online

Dalam situasi pandemi seperti ini, dunia pendidikan tetap melakukan KBM dengan menggunakan sistim daring atau pembelajaran secara Online. Dengan menggunakan SmartPhone dan jaringan internet guna mendukung proses belajar mengajar. Meskipun begitu, banyak sekali orang tua yang merasa kuota internet yang mereka gunakan cepat habis karena mengakses pembelajaran yang memerlukan koneksi secara besar.

Dengan adanya masalah tersebut, Kemendikbud menyarankan kepada para siswa untuk melakukan KBM secara diluar jaringan. Selain dari masalah kuota, para orang tua juga mengeluhkan karena tidakmempunyai fasilitas untuk mengakses internet. Pembelajaran secara Online berarti membutuhkan SmartPhone yang menunjang supaya tetap bisa aktif dalam KBM, hingga sinyal yang baik di beberapa daerah, pasalnya yang juga menjadi kendala umum adalah sinyal di beberapa daerah masih sulit dicapai.

“Yang paling ganggu itu sinyal ya, kadang gini ketika mereka belajar sama gurunya,  tiba-tiba sinyalnya hilang. Nah jadi nggak kedengeran jelas apa yang disampaikan guru,” kata Basaria Siahaan selaku salah satu wali murid yang dihubungi oleh pihak detik.com.

BACA JUGA  Dibalik Keindahan Gunung Batur

Pengeluaran dalam satu bulannya juga ikut bertambah, pemasukannya yang menurun tidak sebanding dengan pengeluaran.dalam satu bulanya dari pengakuaan Basaria menghabiskan Rp 400 ribu untuk kupta belajar dirumah, belum lagi untuk kebutuhan lainya. “Ditambah dirumah belum bisa masang wifi jaringanya belum ada. Jadi saya pakai kuota. Itu terus nambah kuotanya untuk belajar. Dalam sebulan bisa sampai dua kali ngisi kuota internet,” kata dari seorang ibu yang mempunyai anak siswa kelas 1 SMP di Jakarta Timur.

Selain itu ada juga seorang ibu dari siswa kelas 6 SD, Ibu Fitriyah. Mengungkapkan selain boros kuota internet, terdapat kendala lainya yang memperlambat proses KBM, yaitu kurang dan tidakm lancarnya dalam menggunakan SmartPhone dan aplikasi belajarnya. “Ribet makan kuota banyak bikin paketan habis. Banyak dari temen-temen yang orang tuanya juga tidak mengerti tentang android,” kata Fitriyah.

Selain dari mereka, untuk orang tua yang anaknya berada dalam taraf SMP dan SMA merasa kesulitan membimbing anaknya karena tidak menguasai materi tersebut. “Tidak semua orang tua bisa, karena orang tua macem mace, kalau orang tua atau ibunya biasa mengajarkan anaknya mendampinginya karena masih berada di taraf SD dan TK bisa mengajar. Dari situ banyak orang tua yang tidak tahu metode apa yang digunakan untuk membimbingnya,” kata salah seorang wali murid.

BACA JUGA  Inilah Bocoran Percakapan Presiden Jokowi dan Donal Trump

Menanggapi atas keluan tersebut, Kemendikbut membuat solusi untuk mereka. “Untuk siswa atau sekolah yang kesulitan akses internet, tingginya biaya pulsa, atau tidak adanya gadget yang bisa dipakai, maka sekolah atau guru melakukan pembelajaran luar jaringan,” kata Dikdasmen Kemendikbut Hamaid Muhammad selaku Plt Drijen PAUD.

Pembelajaran luar jaringan bisa dilakukan dengan beberapa metode, seperti menggunakan buku, menonton siaran pembelajaran di TVRI, dan bisa mengajar kerumah siswa secara langsung dengan jumlah siswa 5 orang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close