fbpx
Dalam NegeriHobiLuar NegeriUnik & Lucu

Ini Dia Fakta Unik dari Layangan Pertama di Dunia, Ternyata Berasal dari Indonesia

Siapa yang tidak tahu dengan layangan? Permainan yang sangat familiar ini terbuat dari lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubung dengan tali ataupun benang ke daratan atau ke pengendali. Layangan dapat terbang dikarenakan kekuatan dari hembusan angin yang dapat mengangkatnya.

Awalnya, layangan Ini berasal dari negeri Tiongkok yang merupakan negara di mana layangan pertama di dunia berasal. Namun Wolfgang Bieck, seorang ahli layang-layang internasional menemukan sebuah fakta bahwa ternyata layangan pertama di dunia bukanlah berasal dari negeri Tiongkok, namun menurut penelusurannya, layangan pertama yang ada di dunia berasal dari Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia dengan layangannya yang bernama Kaghati.

Wolfgang sendiri melakukan penelusurannya pada tahun 1997 untuk layangan Kaghati setelah melihatnya di festival layang-layang internasional, Berck sur Mer yang diselenggarakan pada tahun 1997 di Perancis.

Saat Wolfgang melakukan penelusuran, ia menemukan adanya gambar manusia yang sedang menerbangkan layangan di dinding gua Sugi Patani, Sulawesi Tenggara. Diperkirakan bahwa lukisan tersebut berasal dari tahun 9000 hingga 5000 SM.

BACA JUGA  PACEKLIK, Sejumlah orang di Korea Utara Mendadak Jadi Kanibal
Sumber: Indozone.id

Layangan yang berasal dari Sulawesi Tenggara ini terbuat dari bahan-bahan alami, kerangka dari layangan ini terbuat dari kulit bambu yang diikat menggunakan serat nanas hutan yang telah dipintal. Sementara itu, untuk bagian layar layangan ini menggunakan daun kolope atau ubi hutan yang dipotong-potong kotak kemudian digabungkan hingga menutup seluruh bagian rangka. Karena dibuat dari bahan alami layangan ini jadi tahan air.

Masyarakat Pulau Muna menerbangkan layangan ini saat setelah musim panen selesai, yakni di antara bulan Juni hingga September pada tiap tahunnya. Mereka memanfaatkan angin timur yang bertiup kencang untuk menerbangkan layang-layang Kaghati supaya beratraksi di atas langit.

Layangan yang terbuat dari bahan alami ini telah berhasil menarik perhatian banyak orang yang hadir pada festival layang-layang internasional, Berck sur Mer, yang bahan dasarnya sendiri terbuat dari lembaran daun namun memiliki ketangguhan yang tinggi. Dengan keunikan layangan ini, layang-layang Kaghati tidak hanya dikenal di Sulawesi Tenggara namun juga di seluruh dunia, bahkan layangan ini telah memenangkan juara pertama pada tahun 1997.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close