fbpx
Dalam NegeriFoodieUncategorized

Heboh! Daging Babi Berkedok Daging Sapi Dijual di Bandung

Empat orang warga di Bandung terancam hukuman 5 tahun penjara. Bagaimana tidak, selama ini mereka telah menjual dan mengedarkan banyak daging palsu.

Polresta Bandung mengamankan empat warga tersebut, mereka telah mengedarkan daging babi yang dijual seolah-olah itu adalah daging sapi. Bahkan selama setahun saja mereka sudah menjual 63 ton daging palsu.

Dari kasus ini polisi telah mengamankan total 600 kg daging babi, sebanyak 500 kg diantaranya diamankan dari freezer dan 100 kg sisanya diamankan dari para pengecer.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan bahwa pelaku tersebut berinisial T (54), MP (46), AR (38), dan AS (39). Mereka mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi menggunakan boraks.

“Saudara T dan MP ini hanya warga ngontrak kurang lebih satu tahun, berasal dari Solo. Barangnya ini dikirim oleh temannya dari Solo ke sini dengan menggunakan mobil pick up,” jelas Hendra di Polresta Bandung, Senin (11/5).

Hendra menjelaskan bahwa pelaku berinisial T dan MP berperan sebagai bandar daging, sedangkan AR dan AS menjadi bandar sekaligus pengecer.

BACA JUGA  Tidak Banyak Diketahui, Ternyata Ini Manfaat Buah Pepaya Bagi Tubuh

“Saudara AR ini menjual di daerah Majalaya, lalu saudara AS menjual di daerah Baleendah,” ungkapnya.

Awalnya T dan M membeli daging babi seharga Rp45.000 per kg dari Solo. Kemudian diolah sampai menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks, daging yang telah mereka olah mereka jual kembali dengan harga Rp 60.000 di tingkat bandar.

Dalam menjual daging tersebut, ada beberapa warga yang langsung membeli ke rumah pelaku pelaku. Kemudian dari tingkat bandar dibagi ke tingkat pengecer pengecer kepada AR dan AS. Mereka menjual daging tersebut dengan harga Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kg ke pasar dan masyarakat.

Sampai saat ini pelaku telah melakukan aksinya selama kurang lebih 1 tahun denganĀ  daging yang telah dijual sebanyak 63 ton yang beredar di masyarakat.

Hendra juga menjelaskan bagaimana perbedaan daging babi dan daging sapi dilihat dari fisiknya.

“Jadi secara fisik daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip lebih merah seperti daging sapi,” ujarnya.

BACA JUGA  Gelis, Gerobak Listrik Buatan Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal

Hendra menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati untuk membeli daging karena ada modus penjualan daging babi yang menyerupai daging sapi.

Para pelaku tersebut terjerat pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close