fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Waspada

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Waspada

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Jumat (10/4/2020) malam hari. Leletusan Gunung Anak Krakatau terjadi dalam kurun dua kali yang menyeburkan abu tebal. Latusan pertama pukul 21.58 WIB dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 357 meter di atas permukaan laut, menurut salah satu warga setempat Rahmat, letusan pertama terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Dentuman begitu keras hingga lokasi rumah Rahmat terasa bergetar.(Dikutip dari Regional Kompas). Selanjutnya pada letusan kedua terjadi sekitar pukul 22.35 WIB dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 657 meter di atas permukaan laut. Rahmat kembali menuturkan bahwa pada letusan kedua ini terjadi semburan asap yang lebih tinggi dari letusan sebelumnya. Hingga pagi ini terlihat dari pantauan PVMBG, terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB.

Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau khusunya di Kecamatan Rajabasa terutama wilayah sepanjang pantai yakni Desa Way Mulih sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga masih berjaga-jaga dan ronda untuk memantau keadaaan. Adapun pihaknya juga telah menghubungi tim pemantau Gunung Api Krakatau, menyatakan bahwa status masih waspada yakni pada level 2 dan aktivitas vulkanik sudah mulai mereda. Selebihnya, masyarakat di himbau agar tidak panic dan terus berjaga-jaga dalam kondisi yang seperti ini.

Pelaksanaan evakuasi warga juga turut dibantu juga oleh aparat TNI dan Polri telah bersiaga di lokasi kejadian yang bertujuan untuk membantu mengevakuasi warga. Pemerintah desa yakni aparat desa dan camat setempat juga sudah berada di lokasi kejadian memberikan arahan kepada warga bahwa sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan atas dampak letusan Gunung Anak Krakatau. Selanjutnya warga yang berada di pesissir Kaliandia, Lampung Selatan merasakan bahwa erupsi ini cukup kuat sehingga sebagaian memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka khawatir terjadinya erusi tersebut akan disusul oleh tsunami.


About dewi

Check Also

8 Tanaman Janda Bolong Jenis Terbaik, Asli & Termahal – Terbaru 2020

Tanaman hias merupakan sebuah tanaman yang sering dijadikan hiasan di dalam rumah maupun di luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *