fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanInternetLuar NegeriTeknologi

Google Tanggapi Hoaks Di Dunia Maya

Sumber: Dictio.id

Di saat adanya pandemik Covid-19 ini,  kejahatan semakin bertambah, khususnya kejahatan di dunia maya. Banyaknya hoaks terkait data pasien positif Covid-19, juga penipuan yang berkedok bantuan kepada masyarakat korban dari wabah ini, semakin meresahkan masyarakat, apalagi untuk masyarakat yang memang ingin membantu masalah ini.

Untuk itu Google memberikan kebijakan, yaitu untuk semua pengiklan haruslah menyelesaikan proses verifikasi sebelum memasang iklan mereka di platform,  kebijakan ini ditargetkan akan mulai diterapkan awal musim panas tahun ini, yaitu sekitar bulan Juni 2020, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuat praktik iklannya lebih transparan.

Berdasarkan pada keterangan mereka, para pengiklan harus menyerahkan dokumen identitas pribadi dan bisnis untuk membuktikan bahwa iklan tersebut benar. Saat ini Google hanya baru memberlakukan verifikasi untuk para pengiklan politik. Proses verifikasi ini juga dilakukan untuk menyaring pengiklan yang mencurigakan, seperti iklan penjualan masker medis palsu saat wabah Covid-19 ini.

Dikutip dari Reuters, Jumat (24/4/2020), Google menyatakan bahwa akan memulai verifikasi secara bertahap di Amerika Serikat, dan melanjutkannya secara global. Mereka memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan akan memakan waktu beberapa tahun kedepan.

BACA JUGA  Dapat Melewati Medan Terjal, Ini Dia Bus Offroad 4WD Pertama di Dunia

Google juga mengungkapkan bahwa mulai musim panas ini, para pengguna juga bisa melihat informasi tentang pengiklanan dibalik iklan yang mereka lihat.

Cara Mengatasi Penyebaran Informasi Hoaks Di Tengah Pandemi Covid- 19 Ala Google

Ditengah pandemi Covid- 19  yang saat ini menyebar, tentu hal ini mengundang rasa penasaran warganet yang mencari informasi terkait wabah tersebut, namun ketidak waspadaan mereka bisa saja dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang menyebarkan hoaks terkait informasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Mark Risher, Senior Director for Account Security, Identity, and Abuse di Google, memberikan jawaban, “Untuk mengatasi hal tersebut, machine learning Google akan mem-boost tautan atau artikel terkait Covid- 19 yang berasal dari sumber terpercaya,” ujar Mark dalam video conference dengan media, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya sumber-sumber dari pemerintah hingga sumber dari artikel dari situs berita terpercaya di masing-masing negara akan lebih diutamakan.

“Dengan begini pengguna akan lebih mudah menemukan dan membagikan informasi yang mereka cari tentang Covid- 19 benar, bukan hoaks,” jelasnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close