fbpx
CORONA UPDATEDalam Negeri

Gara-Gara Corona, Ibu Kota Baru Ditunda

Berdasarkan keterangan dari Menko Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan bahwa di tengah pandemi virus corona belum ada rencana atau pembahan mengenai proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Luhut mengatakan bahwa, saat ini pemerintah sedang fokus pada penanganan virus corona. Namun menurut Luhut, proyek ibu kota baru masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian calon investor, Seperti contoh, Abu Dhabi yang telah berencana untuk menginvestasikan uangnya dalam hal pembangunan ibu kota baru, Selasa (14/4/2020).

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi juga mengatakan kemungkinan proyek penggarapan ibu kota baru ditunda. Anggaran keuangan sementara dipakai untuk penanganan COVID-19.

Selanjutnya,  Penggunaan APBN sudah diatur oleh Bu Sri Mulyani. Untuk kedepannya, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa proyek pembangunan, termasuk ibu kota baru ditunda, Senin (6/4/2020). Hal itu dilakukan atas dasar arahan dari Presiden Joko Widodo. Seandainya ditunda, proyek akan dilanjutkan ditunda “sampai situasi berjalan normal kembali.”

BACA JUGA  Heboh, Keluarga Pasien di Seret Paksa oleh Petugas Covid-19

Dalam keputusan rapat pada Jumat (20/3/2020) lalu, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk memangkas anggaran yang tidak prioritas dalam APBN dan APBD untuk dialihkan untuk penanganan virus corona terlebih dahulu.

Beliau juga memberi contoh, misalnya, terdapat beberapa anggaran seperti contoh anggaran perjalanan dinas, belanja rapat, dan pembelian barang. Untuk anggaran belanja digunakan untuk penanganan pandemi ini sebesar Rp405,1 triliun. Uang itu dipakai untuk belanja kesehatan, perlindungan sosial, insentif perpajakan, dan pembiayaan program pemulihan ekonomi.

Jadi untuk saat ini yang dilakukan pemerintah adalah “sebatas menjaga komunikasi dengan para calon investor terlebih dahulu.” tutur Dirjen Cipta Karya Danis Sumadilaga. Ia juga menambahkan bahwa rencana penganggaran pembangunan jalan dan prasarana di ibu kota baru yang jumlahnya Rp86 miliar sebenarnya belum diputuskan. Hal ini dikarenakan, anggaran tersebut tidak masuk dalam Rencana Kerja Anggaran PUPR tahun 2020, melainkan baru akan diadakan jika anggaran sejumlah proyek PUPR bisa ditekan atau dioptimalkan.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close